Suporter Liga 1: Dukung Tim Kesayanganmu dengan Elegan!

Redaksi

Suporter Liga 1: Dukung Tim Kesayanganmu dengan Elegan!
Sumber: Detik.com

Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Yunus Nusi, menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas insiden penyerangan terhadap bus Persik Kediri usai pertandingan Liga 1 melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (11/5/2025).

Peristiwa tersebut terjadi setelah Arema FC menelan kekalahan 0-3 dari Persik Kediri. Sejumlah oknum Aremania, pendukung Arema FC, melakukan aksi anarkis dengan melempari bus Persik Kediri menggunakan batu.

Serangan Terhadap Bus Persik Kediri

Akibat aksi tersebut, kaca depan dan samping kiri bus Persik Kediri mengalami kerusakan. Pelatih Persik Kediri, Divaldo Alves, bahkan mengalami luka di kepala karena berada dekat dengan kaca yang pecah.

PSSI mengecam keras tindakan anarkis tersebut dan meminta kepada seluruh suporter untuk mendukung tim kesayangannya dengan cara yang sportif dan elegan.

Kekecewaan PSSI dan Imbauan Kepada Suporter

Yunus Nusi menekankan rasa kecewanya atas peristiwa ini. Ia mempertanyakan sampai kapan tindakan anarkis seperti ini akan terus berulang.

Indonesia saat ini tengah dalam pengawasan FIFA terkait dengan kondisi sepak bola pasca-tragedi Kanjuruhan. Insiden ini jelas merugikan citra sepak bola Indonesia di mata dunia.

Yunus Nusi mengingatkan bahwa menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam sepak bola. Hasil pertandingan harus diterima dengan lapang dada.

Aksi anarkis bukanlah solusi untuk meningkatkan performa tim. Sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu bangsa, bukan sebaliknya.

Pentingnya Dukungan yang Sportif dan Elegan

Yunus Nusi mengajak seluruh suporter untuk mendukung timnya dengan cara yang elegan dan sportif. Menang, kalah, atau seri harus diterima dengan bijak.

Ia juga meminta agar suporter menghormati tim dan suporter lain yang bertanding. Sudah saatnya sepak bola Indonesia meninggalkan perilaku anarkis.

PSSI berharap agar ke depan sepak bola Indonesia dapat mempersatukan bangsa dan seluruh suporter di Tanah Air. Hal ini membutuhkan kesadaran dan komitmen dari seluruh pihak, termasuk suporter.

Insiden pelemparan bus Persik Kediri menjadi pengingat pentingnya menjaga kondusivitas pertandingan sepak bola. PSSI berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kejadian ini menjadi bukti bahwa masih diperlukan edukasi dan penegakan aturan yang lebih ketat untuk mencegah aksi anarkis suporter. Harapannya, sepak bola Indonesia dapat berkembang dengan sportif dan aman.

Dukungan yang sportif dan elegan dari para suporter akan sangat membantu dalam menciptakan iklim sepak bola Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar dapat menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih kondusif dan sportif.

Ke depannya, diharapkan kerja sama yang lebih erat antara PSSI, klub, dan suporter dalam menciptakan lingkungan sepak bola yang aman dan damai. Ini kunci kemajuan sepak bola Indonesia.

Also Read

Tags

Leave a Comment