Timnas Jepang memastikan tempat di Piala Dunia 2026. Prestasi gemilang ini diraih setelah mengumpulkan 20 poin dari delapan pertandingan di babak ketiga kualifikasi. Namun, pelatih Hajime Moriyasu memiliki rencana mengejutkan untuk dua laga sisa.
Jepang akan menghadapi Australia dan Indonesia di dua pertandingan terakhir babak kualifikasi. Moriyasu menyatakan akan menurunkan tim lapis dua pada kedua laga tersebut. Keputusan ini tentu menarik perhatian, mengingat kekuatan skuad Jepang yang tetap mumpuni.
Skuad Lapis Dua, Tapi Tetap Menakutkan
Pelatih Moriyasu menjelaskan alasannya memilih menurunkan pemain lapis kedua. Ia ingin memberikan kesempatan bermain bagi pemain yang memiliki potensi besar di masa depan. Hal ini juga untuk memberikan kesempatan istirahat bagi pemain inti yang telah berjuang keras di berbagai kompetisi.
Moriyasu ingin melihat kemampuan pemain muda dan mereka yang belum banyak mendapat kesempatan bermain. Ia melihat ini sebagai tantangan sekaligus kesempatan untuk melihat potensi pemain-pemain tersebut.
Meskipun sebagian besar pemain yang akan diturunkan bukan pemain utama, kualitas mereka tetap patut diwaspadai. Banyak pemain cadangan yang bermain di liga-liga Eropa bergengsi.
Pemain-Pemain yang Berpotensi Tampil
Hanya lima pemain dari 25 pemain yang dipanggil untuk dua laga terakhir bermain di J1 League, dan kelima pemain tersebut bahkan hanya sebagai pemain cadangan. Mereka adalah dua kiper, dua bek tengah, dan satu bek sayap veteran.
Namun, kehadiran pemain-pemain muda berbakat dari J1 League juga tidak bisa diabaikan. Dua nama yang disebut-sebut memiliki potensi besar adalah striker Akito Suzuki (21 tahun) dan gelandang Sota Kitano (20 tahun).
Selain itu, sejumlah pemain yang bermain di klub Eropa juga siap menunjukkan kemampuan terbaiknya. Nama-nama seperti Keito Nakamura dan Junya Ito (Stade Reims), Joel Chima Fujita (Sint-Truiden), dan Ayumu Seko (Grasshoppers) menjadi contoh pemain cadangan dengan kualitas mumpuni.
Tantangan Bagi Timnas Indonesia
Keputusan Jepang untuk menurunkan tim lapis dua tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia yang akan menjadi lawan mereka pada 10 Juni mendatang. Meskipun skuad yang diturunkan bukan skuad utama, kualitas pemain-pemain Jepang tetap tidak bisa dianggap enteng.
Pertandingan melawan Indonesia akan menjadi ujian bagi para pemain muda Jepang untuk membuktikan kemampuan mereka di kancah internasional. Ini adalah kesempatan berharga bagi mereka untuk menunjukkan potensi dan kualitas permainan terbaik.
Bagi Timnas Indonesia sendiri, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk mengukur kekuatan dan kemampuan tim melawan lawan berkualitas, meski hanya skuad lapis dua. Hasil pertandingan ini dapat menjadi evaluasi penting bagi timnas Indonesia dalam menghadapi persiapan kompetisi internasional selanjutnya.
Pertandingan melawan Australia dan Indonesia menjadi kesempatan bagi Jepang untuk mempersiapkan masa depan tim nasional. Dengan menurunkan pemain lapis kedua, Jepang bisa melihat potensi pemain muda dan mempersiapkan mereka untuk tantangan di masa depan. Strategi ini sekaligus memberikan ruang untuk istirahat bagi para pemain inti menjelang Piala Dunia 2026.





