Federasi Sepak Bola China (CFA) tengah mencari pelatih baru untuk tim nasionalnya setelah memecat Branko Ivankovic. Kegagalan Timnas China lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi penyebab pemecatan tersebut. Salah satu pertandingan krusial yang menentukan kegagalan ini adalah kekalahan 0-1 dari Timnas Indonesia pada Juni 2025.
Kekalahan tersebut, yang diwarnai gol penalti Ole Romeny, sekaligus mengantar Indonesia ke babak selanjutnya dan menghancurkan mimpi China tampil di Piala Dunia. Ivankovic hanya menorehkan tiga kemenangan dari 11 laga kompetitif bersama Timnas China, sebuah catatan yang dinilai tidak memuaskan oleh CFA.
Pelatih Timnas China yang Baru: Tantangan Besar di Depan Mata
CFA resmi mengakhiri kerja sama dengan Ivankovic sesuai ketentuan kontrak. Selama 14 kali pergantian pelatih sejak terakhir kali lolos ke Piala Dunia pada 2002, Timnas China masih belum menemukan formula kesuksesan. Kini, pencarian pelatih baru menjadi fokus utama, terutama menjelang Piala Asia Timur yang akan dimulai pada 7 Juli.
Piala Asia Timur akan menjadi ujian pertama bagi pelatih baru Timnas China. Tantangannya semakin berat mengingat waktu persiapan yang terbatas. Keberhasilan menemukan pelatih yang tepat akan sangat menentukan performa Timnas China ke depannya.
Shin Tae-yong: Kandidat Potensial dari Indonesia
Media Korea Selatan, Football Asian, melaporkan bahwa CFA tengah memantau Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia. Reputasi dan prestasi Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia menjadi pertimbangan utama CFA.
Shin Tae-yong dianggap sukses membawa Timnas Indonesia ke babak 16 besar Piala Asia 2023, sebuah pencapaian bersejarah bagi sepak bola Indonesia. Keberhasilannya memadukan pemain muda dan pemain naturalisasi juga menjadi daya tarik tersendiri.
Strategi Shin Tae-yong: Kombinasi Pemain Lokal dan Naturalisasi
Shin Tae-yong dikenal dengan kemampuannya dalam mengembangkan pemain muda lokal. Ia berhasil membangun tim yang solid dan kompetitif dengan menggabungkan pemain muda berbakat dengan pemain naturalisasi. Hal ini merupakan hal yang menarik bagi CFA yang juga telah melakukan beberapa program naturalisasi pemain.
Timnas China sendiri telah menaturalisasi beberapa pemain asing, seperti Serginho dan Tyias Browning yang tampil dalam pertandingan melawan Indonesia. Pengalaman Shin Tae-yong dalam mengelola tim dengan pemain naturalisasi menjadi poin plus baginya.
Kendala Waktu dan Opsi Pelatih Interim
CFA menghadapi kendala waktu yang sangat terbatas dalam mencari pelatih baru yang permanen. Proses negosiasi dengan pelatih asing dan persetujuan dari otoritas pemerintahan China membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Oleh karena itu, opsi pelatih interim lokal dinilai lebih realistis untuk jangka pendek. Zheng Zhi, mantan kapten Timnas China dan pelatih tim U21, menjadi salah satu kandidat kuat untuk posisi tersebut. Zheng Zhi diharapkan mampu memimpin tim menghadapi Piala Asia Timur sebelum pelatih tetap diumumkan.
Pencarian pelatih baru Timnas China menjadi sorotan publik sepak bola Tiongkok. Keputusan CFA akan sangat menentukan arah perkembangan sepak bola China ke depan. Tantangan besar menanti pelatih baru, baik jangka pendek maupun panjang, untuk membawa Timnas China kembali ke jalur prestasi. Keberhasilannya akan sangat mempengaruhi persepsi dan harapan publik terhadap Timnas China.





