Pemain bintang AC Milan, Christian Pulisic, tengah menjadi sorotan setelah menolak panggilan membela Timnas Amerika Serikat di Piala Emas Concacaf 2025. Keputusan ini memicu kontroversi dan kekecewaan dari pelatih timnas, Mauricio Pochettino. Piala Emas Concacaf 2025 sendiri akan berlangsung dari 14 Juni hingga 6 Juli, dengan Amerika Serikat dan Kanada sebagai tuan rumah bersama. Amerika Serikat mengincar gelar juara kedelapan mereka.
Pulisic menjelaskan alasan penolakannya dengan menekankan beban pertandingan yang telah dijalani selama dua tahun terakhir. Ia merasa perlu memprioritaskan kondisi fisiknya untuk menghadapi Piala Dunia mendatang.
Keputusan Pulisic dan Dampaknya terhadap Timnas AS
Pulisic menyatakan bahwa ia telah memainkan 120 pertandingan dalam dua tahun terakhir bersama AC Milan dan Timnas AS. Ia menilai perlu untuk mengutamakan pemulihan fisik guna menghadapi Piala Dunia.
Keputusan Pulisic untuk melewatkan Piala Emas Concacaf 2025 demi menjaga kondisi fisiknya menjelang Piala Dunia dianggapnya sebagai langkah yang tepat bagi dirinya dan tim dalam jangka panjang. Namun, pandangan ini tidak disetujui oleh semua pihak, termasuk pelatihnya.
Meskipun bersedia bermain dalam laga persahabatan melawan Turki dan Swiss pada 7 dan 10 Juni, Pulisic akhirnya tidak dipanggil ke dalam skuad Timnas AS untuk Piala Emas. Hal ini menimbulkan reaksi keras dari pelatih Pochettino.
Reaksi Keras Pelatih Pochettino
Pochettino menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Pulisic. Ia menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan para pemain terhadap rencana tim.
Pelatih Timnas AS tersebut menyatakan bahwa para pemain tidak boleh mendikte rencana tim. Ia juga menegaskan bahwa keputusan untuk tidak memanggil Pulisic dalam dua laga persahabatan sudah dipertimbangkan matang.
Absennya Pulisic berdampak buruk pada performa Timnas AS. Tim tersebut menelan kekalahan telak 1-2 dari Turki dan 0-4 dari Swiss.
Tren Negatif Timnas AS dan Masa Depan Pulisic
Kekalahan beruntun tersebut menambah tekanan bagi Pochettino, yang baru menjabat sebagai pelatih Timnas AS pada akhir September lalu. Meskipun awalnya mencatat 5 kemenangan dari 6 pertandingan, Timnas AS kini mengalami empat kekalahan beruntun.
Pochettino menegaskan bahwa keputusan untuk memberikan istirahat kepada pemain adalah wewenang pelatih. Ia menekankan bahwa tim akan mengevaluasi kebutuhan istirahat setiap pemain.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang keseimbangan antara kepentingan individu dan tim. Masa depan Pulisic di Timnas AS pun menjadi tanda tanya setelah kontroversi ini. Ke depannya, komunikasi yang lebih baik antara pemain dan pelatih sangat diperlukan untuk menghindari konflik serupa. Persiapan menuju Piala Dunia mendatang pun harus dimaksimalkan dengan manajemen yang lebih baik terhadap kondisi fisik para pemain.





