Paris Saint-Germain (PSG) sukses menjuarai Liga Champions 2024/2025. Kemenangan dramatis ini menjadi bukti nyata keberhasilan pelatih Luis Enrique yang sempat menyatakan PSG akan lebih baik tanpa Kylian Mbappe.
Mbappe sendiri telah bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2024. Kepergian bintang muda Prancis itu sempat menimbulkan kekhawatiran akan melemahnya lini serang PSG.
Luis Enrique dan Prediksi Keberhasilan PSG Tanpa Mbappe
Luis Enrique, pelatih asal Spanyol, tetap optimistis bahkan setelah kepergian Mbappe. Ia percaya PSG mampu tetap menjadi tim yang kuat dan kompetitif.
Beberapa waktu setelah Mbappe mengumumkan kepindahannya, Enrique menyatakan keyakinannya bahwa PSG akan lebih baik tanpa sang mega bintang. Pernyataan ini terbukti benar.
Strategi Kolektivitas dan Pemain Muda PSG
Kemenangan PSG di Liga Champions bukan semata berkat individu, melainkan karena kekuatan kolektif tim.
PSG banyak mengandalkan pemain muda yang berbakat. Hal ini terlihat dari rata-rata usia skuad mereka di Liga Champions musim ini, yaitu 23,6 tahun. Ini merupakan usia rata-rata termuda di antara tim-tim yang lolos ke babak 16 besar.
Salah satu pemain muda yang bersinar adalah Desire Doue. Pemain berusia 19 tahun ini mencetak dua gol di final dan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Liga Champions 2024/2025.
Suksesnya Strategi Pemain Muda PSG
Penggunaan pemain muda bukan hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dinamika baru dalam permainan PSG.
Para pemain muda ini menunjukkan semangat juang tinggi dan kehausan untuk membuktikan diri di panggung tertinggi Eropa.
Transformasi PSG dan Pengakuan Luis Enrique
PSG di bawah asuhan Enrique telah bertransformasi menjadi tim yang solid dan tidak bergantung pada satu atau dua pemain bintang.
Enrique mengakui bahwa meskipun menginginkan Mbappe tetap bertahan, ia bangga dengan keberhasilan timnya yang membuktikan bahwa mereka bisa sukses tanpa mengandalkan pemain tunggal.
Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri pemain agar mereka bisa tampil maksimal sebagai sebuah tim, bukan hanya sebagai individu. Kemenangan Liga Champions menjadi bukti nyata dari filosofi kepelatihan tersebut.
Kini, PSG menatap Piala Dunia Antarklub dengan penuh percaya diri, siap untuk terus menunjukkan kekuatan dan kolektivitas timnya.
Keberhasilan PSG ini menjadi inspirasi bagi klub-klub lain untuk membangun tim yang kuat dan berkelanjutan, bukan hanya bergantung pada pemain bintang semata. Ini merupakan suatu perubahan paradigma dalam dunia sepak bola modern.





