Nasib Sial Pemain Keturunan Indonesia-Skotlandia: Pensiun Dini di Usia Emas

Redaksi

Pemain keturunan Indonesia tengah menjadi sorotan dalam dunia sepak bola nasional. Kehadiran mereka telah meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di kancah internasional.

Namun, perjalanan karier pemain keturunan di Eropa tidak selalu mulus. Banyak yang menghadapi tantangan dan rintangan dalam mencapai puncak prestasi.

Salah satu contohnya adalah Kenny Anderson, pemain keturunan Indonesia-Skotlandia yang pernah mencuri perhatian berkat insting mencetak golnya yang tajam. Prestasinya yang paling menonjol adalah menjadi penentu kemenangan timnya saat melawan Jong Ajax di Jupiler League pada tahun 2016.

Saat itu, sepakbolanda.com bahkan menyebutnya sebagai salah satu kandidat yang berpotensi meningkatkan kekuatan Timnas Indonesia. “Kenny Anderson salah satu kandidat untuk bisa mendongkrak kekuatan Timnas Indonesia,” tulis laporan tersebut.

Kariernya sempat menanjak setelah bermain untuk Heart of Midlothian di Liga Skotlandia, klub yang mendapatkannya dengan harga 315 ribu poundsterling dari RKC Waalwijk. Sayangnya, perjalanannya di Liga Skotlandia tidak berjalan sesuai harapan.

Ia kembali ke RKC Waalwijk dengan harga transfer yang lebih rendah, 225 ribu poundsterling. Kontraknya kemudian diputus pada 1 Juli 2017, membuatnya berstatus bebas transfer.

Quick Boys, klub divisi ketiga Liga Belanda, kemudian merekrutnya dengan biaya transfer 180 ribu poundsterling. Namun, kesempatan bermainnya terbatas. Pada musim 2019, ia hanya bermain sebanyak 4 kali atau 266 menit.

Quick Boys sendiri saat itu berada di peringkat ketiga klasemen sementara divisi tiga Liga Belanda dengan raihan 37 poin. Kurangnya kesempatan bermain ini mengindikasikan adanya kesulitan dalam bersaing di level profesional Eropa.

Pada usia 28 tahun, yang merupakan usia emas bagi seorang pesepakbola, Kenny Anderson memutuskan untuk pensiun. Ia mengakhiri karier profesionalnya di klub amatir Belanda, Achilles Veen, pada tahun 2020.

Kisah Kenny Anderson menjadi pengingat bahwa tidak semua pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa mencapai kesuksesan. Meskipun memiliki bakat dan potensi, berbagai faktor seperti persaingan ketat, cedera, dan adaptasi dapat memengaruhi perjalanan karier mereka.

Perlu diingat bahwa perjalanan karier seorang pesepakbola sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Meskipun tidak mencapai puncak karier seperti yang diharapkan, pengalaman Kenny Anderson di Eropa tetap berharga dan patut dipelajari. Kisahnya menjadi pembelajaran bagi pemain muda keturunan Indonesia lainnya yang bermimpi berkarier di luar negeri.

Kontributor: Adam Ali

Also Read

Tags

Leave a Comment