Dunia berduka. Legenda sepak bola Brasil, Edson Arantes do Nascimento, yang dikenal luas sebagai Pelé, telah meninggal dunia pada usia 82 tahun di Rumah Sakit Albert Einstein, São Paulo, Brasil, pada 29 Desember 2022. Kabar kepergiannya menyisakan kesedihan mendalam bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia yang telah menyaksikan kehebatannya di lapangan hijau. Perjalanan hidup dan kariernya yang gemilang kini berakhir, namun warisan dan inspirasinya akan tetap abadi.
Kepergian Pelé bukan hanya kehilangan bagi Brasil, melainkan juga bagi dunia sepak bola secara keseluruhan. Ia meninggalkan jejak prestasi yang luar biasa dan inspirasi bagi generasi pemain sepak bola berikutnya.
Riwayat Kesehatan Pelé: Perjalanan Panjang Sang Legenda
Sepanjang hidupnya, Pelé telah menjalani beberapa perawatan medis. Kondisi kesehatannya mengalami pasang surut selama beberapa dekade terakhir.
Pada tahun 1977, Pelé menjalani pengangkatan ginjal kanan. Meskipun demikian, ia tetap aktif dan menjalani kehidupan yang relatif sehat selama bertahun-tahun setelahnya.
Pada November 2012, Pelé menjalani operasi pinggul yang berhasil. Operasi ini tampak tidak memberikan dampak signifikan terhadap aktivitasnya, setidaknya untuk beberapa waktu.
Namun, masalah kesehatan kembali muncul pada Desember 2017. Pelé terlihat menggunakan kursi roda saat acara undian Piala Dunia 2018 di Moskow, bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Diego Maradona.
Sebuah kejadian pingsan karena kelelahan beberapa waktu kemudian memaksa Pelé untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Ia juga menjalani operasi pengangkatan batu ginjal pada tahun 2019 setelah dirawat karena infeksi saluran kemih.
Penurunan Kesehatan dan Perawatan Intensif
Kesehatan Pelé mulai memburuk secara signifikan pada Februari 2020. Putranya, Edinho, melaporkan bahwa Pelé kesulitan berjalan dan enggan meninggalkan rumah karena merasa belum pulih sepenuhnya setelah operasi pinggul.
Sepanjang tahun 2021, Pelé menjalani beberapa prosedur medis penting. Ia menjalani operasi pengangkatan batu ginjal dan operasi pengangkatan tumor di sisi kanan usus besarnya pada bulan September 2021.
Meskipun putrinya, Kely, menyatakan bahwa kondisinya baik-baik saja, Pelé kemudian dirawat intensif dan menjalani kemoterapi setelah pulang dari rumah sakit pada 30 September 2021. Kondisi ini menunjukkan kompleksitas dan keseriusan masalah kesehatannya.
Pada November 2022, Pelé kembali dirawat di rumah sakit karena pembengkakan umum, masalah jantung, dan kemoterapi yang kurang efektif. Meskipun putrinya mencoba meredakan kekhawatiran publik, situasi tersebut tetap mengkhawatirkan.
Kematian dan Warisan Abadi Pelé
Pada Desember 2022, Rumah Sakit Albert Einstein mengumumkan bahwa tumor Pelé telah berkembang, disertai dengan disfungsi ginjal dan jantung yang membutuhkan perawatan intensif. Sayangnya, ia meninggal dunia pada 29 Desember 2022 karena kegagalan organ multipel, komplikasi dari kanker usus besar.
Kepergian Pelé meninggalkan duka mendalam, namun warisannya sebagai salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa akan tetap dikenang. Prestasi gemilangnya di lapangan hijau, tiga kali juara Piala Dunia, serta pengaruhnya terhadap dunia sepak bola akan terus menginspirasi generasi mendatang. Ia akan selalu dikenang sebagai ikon sepak bola dunia yang luar biasa.
Kisah hidup dan perjuangan Pelé melawan penyakitnya menjadi bukti ketahanan dan semangat juang yang luar biasa. Meskipun menghadapi berbagai tantangan kesehatan, ia tetap berjuang hingga akhir hayatnya. Semoga kepergiannya membawa kedamaian dan inspirasi bagi kita semua.





