Di tengah gemerlap Liga 1 2024-2025, terdapat sosok yang menarik perhatian: Achmad Jufriyanto, pemain senior Persib Bandung. Meskipun konsisten menghuni bangku cadangan, perannya bagi tim jauh lebih besar daripada sekadar pemain pengganti.
Kehadiran Jupe, sapaan akrabnya, memberikan dampak signifikan bagi Persib. Bukan hanya sebagai pemain, namun juga sebagai mentor dan pengatur suasana tim.
Achmad Jufriyanto: Lebih dari Sekedar Pemain Cadangan
Achmad Jufriyanto, pemain veteran Persib, jarang terlihat di lapangan. Namun, pengaruhnya terhadap tim sangat terasa di dalam dan luar lapangan.
Berkat pengalamannya yang mumpuni dan dua gelar juara bersama Persib, Jufriyanto menjadi figur penting bagi tim.
Ia berperan sebagai asisten pelatih tidak resmi, memberikan arahan dan masukan kepada rekan-rekan setimnya.
Mentor dan Pengatur Suasana di Ruang Ganti
Kemampuan Jupe membaca situasi permainan sangatlah tajam. Ia piawai berposisi sebagai gelandang bertahan maupun bek tengah.
Pelatih Bojan Hodak mengakui pentingnya peran Jupe dalam mengontrol suasana ruang ganti pemain. Hal ini merupakan aset berharga bagi Persib.
Keberadaan seorang legenda di internal klub seperti Jupe bukan hal yang mudah didapatkan oleh tim lain. Kepemimpinannya sangat dihargai.
Pengaruh Jupe terhadap Pemain Asing dan Lokal
Para pemain, termasuk pemain asing seperti David da Silva, Ciro Alves, dan Kevin Ray Mendoza, sangat menghormati Jupe. Mereka menghargai perjuangan dan pengalamannya di Persib.
Hodak menegaskan bahwa pemain asing pun menghormati Jupe sebagai pemain lokal senior yang berpengalaman dan memiliki jasa besar bagi Persib.
Jupe telah menjadi bagian dari sejarah Persib, termasuk saat tim meraih gelar juara liga. Pengalaman dan wawasannya sangat berharga.
Masa Depan sebagai Pelatih: Sebuah Prospek Cerah
Hodak melihat potensi besar Jupe menjadi pelatih di masa depan. Hodak mendorong Jupe untuk mempersiapkan diri.
Hodak menyatakan bahwa Jupe lebih baik memulai karier kepelatihan lebih cepat. Hal ini didasari oleh pengalaman dan keahlian Jupe.
Jufriyanto sendiri mengakui pentingnya belajar dari Hodak, khususnya dalam hal mengelola tim dan meraih prestasi di papan atas Liga 1. Ia mengaku belajar perlahan-lahan.
Jufriyanto juga mengakui bahwa Hodak melihat potensinya untuk menjadi pelatih. Ia pun siap untuk belajar dan berkembang.
Persib juga memiliki pemain senior lain yang berpengaruh seperti Victor Igbonefo, yang juga memiliki mentalitas kuat dan telah meraih empat gelar Liga Indonesia bersama Persipura Jayapura.
Keberadaan pemain senior seperti Achmad Jufriyanto dan Victor Igbonefo memberikan nilai tambah yang tak ternilai bagi Persib Bandung. Bukan hanya kontribusi di lapangan, tetapi juga kepemimpinan, pengalaman, dan pengaruh positif mereka bagi tim. Mereka adalah contoh nyata bahwa peran seorang pemain sepak bola bisa meluas jauh di luar kemampuan teknis di lapangan. Perpaduan antara pengalaman para senior dan strategi pelatih menghasilkan tim yang solid dan kompetitif di Liga 1.





