Erick Thohir, Kluivert: Rahasia Taktik PSG vs Inter di Final Liga Champions

Redaksi

Erick Thohir, Kluivert: Rahasia Taktik PSG vs Inter di Final Liga Champions
Sumber: Kompas.com

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyaksikan final Liga Champions 2024-2025 antara PSG dan Inter Milan bersama pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Pertandingan yang berlangsung di Allianz Arena, Sabtu (31/5/2025) dini hari WIB, menjadi momen diskusi menarik bagi keduanya.

Mereka mengkaji perbedaan strategi permainan kedua tim. PSG tampil dominan dengan serangan-serangan agresif. Inter Milan, di sisi lain, mengandalkan pertahanan yang solid dan serangan balik.

Analisis Strategi Pertandingan PSG vs Inter Milan

Erick Thohir mengungkapkan diskusi yang berlangsung bersama Patrick Kluivert dan staf pelatih lainnya melalui unggahan di Instagram. Mereka membahas perbedaan mencolok antara gaya permainan PSG dan Inter Milan.

PSG menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola dan serangan-serangan terus-menerus. Inter Milan, dengan pendekatan yang lebih defensif, mencoba memanfaatkan peluang dari serangan balik.

PSG Raih Kemenangan Telak dan Trofi Liga Champions Pertama

PSG meraih kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan. Gol-gol dicetak oleh Achraf Hakimi (12′), Desire Doue (20′, 63′), Khvicha Kvaratskhelia (73′), dan Senny Mayulu (86′).

Kemenangan ini merupakan sejarah baru bagi PSG. Mereka mencatatkan margin kemenangan terbesar dalam final Liga Champions dan meraih trofi Liga Champions pertamanya.

Prestasi Treble Winner PSG

PSG berhasil meraih treble winner musim ini. Mereka sukses menjuarai Liga Perancis, Piala Perancis, dan Liga Champions 2024-2025.

Prestasi ini menyamai pencapaian pelatih mereka, Luis Enrique, yang sebelumnya meraih treble bersama Barcelona pada 2014-2015. Ia menyamai rekor Pep Guardiola yang juga pernah meraih treble bersama Barcelona dan Manchester City.

Harapan Erick Thohir untuk Inter Milan

Erick Thohir, yang pernah menjabat sebagai Presiden Inter Milan selama lima tahun, turut memberikan komentar terkait kekalahan mantan klubnya.

Ia berharap Inter Milan dapat bangkit dan tampil lebih kuat di musim berikutnya. Ungkapan harapannya “Comeback stronger Inter next season,” menunjukkan dukungannya untuk tim tersebut.

Inter Milan sendiri harus mengakui keunggulan PSG yang tampil luar biasa di final. Kegagalan Inter Milan meraih treble musim ini disebabkan oleh beberapa faktor. Mereka tersingkir di semifinal Coppa Italia dan kalah dalam perebutan Scudetto.

Kekalahan ini tentu mengecewakan, namun menjadi pelajaran berharga bagi Inter untuk memperbaiki strategi dan performa di masa depan. Pertandingan final Liga Champions ini menyajikan pertarungan strategi yang menarik, dan menjadi bahan diskusi berharga bagi Erick Thohir dan Patrick Kluivert dalam pengembangan tim nasional Indonesia. Pengalaman dan wawasan dari pertandingan kelas dunia ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

Also Read

Tags

Leave a Comment