Dembele: Dari Telat Latihan Hingga Jadi Inspirasi Tim

Redaksi

Dembele: Dari Telat Latihan Hingga Jadi Inspirasi Tim
Sumber: Detik.com

Ousmane Dembélé, pemain sayap Paris Saint-Germain (PSG), telah mengalami transformasi luar biasa. Dari sosok yang kerap dikritik karena kurangnya kedisiplinan, ia kini menjelma menjadi pemain kunci dan panutan di klub kaya raya Prancis tersebut.

Perubahan signifikan Dembélé ini turut berperan besar dalam kesuksesan PSG meraih treble winners musim ini. Prestasi puncaknya adalah menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Dari Pemalas Menjadi Panutan di PSG

PSG menaklukkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di final Liga Champions. Gol-gol kemenangan dicetak oleh Achraf Hakimi, brace Desire Doue, Kvicha Kvaratskhelia, dan Senny Mayulu.

Meskipun Dembélé tidak mencetak gol, perannya sangat krusial. Ia memberikan dua assist penting yang membuka jalan kemenangan PSG.

Kontribusi Dembélé tidak hanya berhenti di situ. Ia juga menunjukkan pergerakan yang sulit diantisipasi pertahanan Inter Milan. Data dari SofaScore menunjukkan ia melepaskan tiga tembakan dan tiga umpan kunci.

Kehebatan Dembélé juga terlihat dalam pressing yang dilakukannya. Ia aktif melakukan pressing sejak dari lini pertahanan Inter, sehingga menghambat perkembangan permainan lawan.

Transformasi Dembélé: Masa Lalu yang Kontroversial

Perubahan Dembélé ini sangat mencolok. Di masa lalu, ia dikenal sebagai pemain yang kurang disiplin dan kerap bermasalah dengan kedisiplinan.

Selama membela Borussia Dortmund dan Barcelona, Dembélé sering absen latihan atau datang terlambat. Di Dortmund, ia bahkan mogok latihan karena menginginkan kepindahan. Di Barcelona, ia sering terlambat karena begadang bermain gim.

Luis Suárez, mantan rekan setimnya di Barcelona, pernah mengingatkan Dembélé untuk lebih serius dalam sepak bola. Kurangnya kedisiplinan juga diduga menjadi penyebab Dembélé sering mengalami cedera.

Suárez mengatakan pada tahun 2018, “Sepak bola adalah sebuah kehormatan. Ousmane perlu lebih fokus dan serius.”

Pengakuan Pelatih dan Statistik Gemilang

Kini, di bawah asuhan Luis Enrique, Dembélé telah berubah total. Enrique memuji Dembélé sebagai panutan bagi pemain muda karena kerja kerasnya.

Enrique menyatakan, “Cara dia bertahan menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. Dia seorang pemimpin, rendah hati, dan mau ikut bertahan.”

Musim ini, Dembélé jarang mengalami cedera. Ia tampil dalam 49 pertandingan di semua kompetisi, mencetak 33 gol dan 15 assist. Kontribusinya sangat vital dalam membawa PSG meraih treble winners, yakni gelar Liga Champions, Ligue 1, dan Piala Prancis.

Kisah Ousmane Dembélé menjadi bukti bahwa perubahan dan dedikasi dapat menghasilkan prestasi luar biasa. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan disiplin, setiap pemain dapat mencapai puncak kesuksesan. Transformasinya menjadi inspirasi bagi para pemain muda di dunia sepak bola.

Also Read

Tags

Leave a Comment