Bayern Munich resmi mengurungkan niat untuk merekrut gelandang Bayer Leverkusen, Florian Wirtz. Klub raksasa Bundesliga itu menilai harga yang diminta Leverkusen terlalu tinggi.
Kabar ketertarikan Bayern pada Wirtz sebenarnya sudah berhembus sejak musim lalu. Bahkan, pihak Bayern dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan ayah Wirtz, yang juga bertindak sebagai agennya.
Kehadiran Liverpool Menggagalkan Transfer
Namun, rencana transfer Wirtz ke Allianz Arena kandas menjelang akhir Mei. Hal ini disebabkan oleh masuknya Liverpool ke dalam persaingan perebutan pemain berusia 22 tahun tersebut.
Persaingan sengit antara Bayern dan Liverpool membuat harga Wirtz melambung tinggi. Situasi ini memaksa Bayern untuk mengalah.
Liverpool Sepakat dengan Leverkusen
Setelah Bayern mundur, Liverpool melanjutkan negosiasi dengan Leverkusen. Kedua klub akhirnya mencapai kesepakatan dengan nilai transfer mencapai 140 juta euro, termasuk bonus.
Jika transfer ini terealisasi, Wirtz akan menjadi pemain termahal sepanjang sejarah Liga Inggris, sekaligus penjualan pemain termahal yang pernah dilakukan klub Bundesliga.
Bayern Gigit Jari, Fokus Cari Target Lain
Kegagalan mendapatkan Wirtz tentu menjadi pukulan bagi Bayern. Pasalnya, Die Roten biasanya mampu dengan mudah mendatangkan pemain dari klub rival.
Namun, harga fantastis yang diminta Leverkusen membuat Bayern harus mengurungkan niat. Mereka kini akan fokus mencari alternatif lain untuk memperkuat skuad.
Pernyataan Direktur Olahraga Bayern
Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl, mengakui bahwa klubnya kesulitan untuk menyamai tawaran Liverpool. “Jujur saja, saya tidak tahu apakah kami mampu membayar seperti yang Liverpool lakukan. Florian Wirtz memang pemain luar biasa, dan kami ingin menggaetnya. Tetapi, jika satu rencana gagal, akan selalu ada kesempatan lain,” ujar Eberl kepada Kicker.
Bayern kini harus memutar otak untuk mencari pengganti Wirtz. Tantangan besar menanti mereka untuk menemukan pemain dengan kualitas setara dengan Wirtz tanpa harus mengeluarkan biaya transfer yang selangit.
Kegagalan ini menunjukkan bahwa persaingan di bursa transfer semakin ketat dan harga pemain top terus meroket. Bayern harus siap bersaing dengan klub-klub kaya raya Eropa lainnya untuk mendapatkan pemain incaran.
Ke depan, Bayern perlu mempertimbangkan strategi transfer yang lebih efektif dan efisien agar tidak lagi kehilangan target incaran karena masalah harga.
Meskipun kehilangan Wirtz, Bayern tetap memiliki skuad yang kuat dan berpeluang meraih berbagai gelar di musim depan. Fokus mereka kini tertuju pada pencarian pemain lain yang dapat mengisi kekosongan dan menambah kekuatan tim.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi Bayern Munich dalam menyusun strategi transfer ke depannya. Kombinasi perencanaan yang matang, negosiasi yang cermat, dan kemampuan finansial yang kuat menjadi kunci sukses dalam perebutan pemain bintang di era modern sepak bola.





