Idola Lionel Messi: Kisah Inspiratif Pablo Aimar, Legenda Argentina

Redaksi

Idola Lionel Messi: Kisah Inspiratif Pablo Aimar, Legenda Argentina
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Lionel Messi, megabintang sepak bola dunia yang namanya bersinar terang, ternyata memiliki idola. Sosok yang menginspirasinya bukanlah pemain sekelas Pele atau Maradona, melainkan seorang gelandang elegan yang pernah bermain bersamanya di Timnas Argentina: Pablo Aimar. Profil pemain yang satu ini layak untuk diulas, mengingat pengaruhnya terhadap salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Siapa sebenarnya Pablo Aimar? Bagaimana perjalanan kariernya yang penuh gemilang sekaligus diwarnai cedera? Artikel ini akan mengupas tuntas profil, biodata, dan perjalanan karier idola Lionel Messi tersebut.

Jejak Karier Pablo Aimar, Sang Playmaker Elegan

Pablo Cesar Aimar Giordano, lahir di Rio Cuarto, Argentina pada 3 November 1979. Ia dikenal sebagai salah satu playmaker terbaik di generasinya, memiliki teknik penguasaan bola dan visi bermain yang luar biasa.

Aimar mengawali kariernya di Estudiantes de Rio Cuarto sejak usia enam tahun. Kemudian, ia bergabung dengan River Plate pada tahun 1993, menembus tim senior pada 1996.

Selama membela River Plate, Aimar mencatatkan 82 penampilan dan 21 gol. Penampilannya yang gemilang mengantarkannya ke Valencia pada tahun 2001.

Di Valencia, Aimar menjadi pemain kunci di bawah asuhan Hector Cuper, membawa timnya ke final Liga Champions 2001. Meskipun kalah dari Bayern Munich, pengalaman ini menjadi batu loncatan kariernya.

Aimar juga berperan penting dalam keberhasilan Valencia meraih gelar La Liga pada musim 2001-2002. Ini merupakan gelar La Liga pertama Valencia dalam 31 tahun.

Sayangnya, cedera sering menghantui Aimar selama kariernya. Hal ini mempengaruhi performanya dan akhirnya membuatnya pindah ke Real Zaragoza pada tahun 2005.

Masa-masa Cedera dan Perjalanan Menuju Benfica

Masalah cedera kembali menghambat Aimar di Real Zaragoza. Kompetisi ketat di La Liga membuat Aimar kesulitan menunjukkan performa terbaiknya.

Ia kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Benfica di Liga Portugal pada Juli 2008. Di Benfica, Aimar bermain bersama beberapa pemain bintang, seperti Javier Saviola, Oscar Cardozo, dan Angel Di Maria.

Bersama kuartet tersebut, Aimar berkontribusi dalam keberhasilan Benfica memenangkan gelar Liga Portugal dan dua gelar piala domestik. Torehan 78 gol menjadi bukti ketajaman mereka.

Namun, cedera kembali menghampiri Aimar di Benfica, membatasi kontribusinya bagi tim. Setelah 179 penampilan dengan 17 gol dan 34 assist, ia meninggalkan Benfica pada Juni 2013.

Penghujung Karier dan Warisan Pablo Aimar

Setelah Benfica, Aimar mencoba peruntungan di Johor Darul Ta’zim di Malaysia. Namun, ia hanya bermain delapan kali sebelum kembali ke River Plate.

Cedera yang terus berulang memaksanya untuk pensiun dari sepak bola profesional pada Juli 2015. Meskipun sempat bermain sekali lagi untuk Estudiantes de Rio Cuarto pada Januari 2018, pensiunnya dikonfirmasi setelah laga tersebut.

Aimar bukan hanya seorang pemain berbakat, tetapi juga seorang legenda. Ia pernah mengenakan nomor punggung sakral Diego Maradona di Timnas Argentina. Perjalanan kariernya, meskipun diwarnai cedera, telah menginspirasi banyak orang, termasuk Lionel Messi.

Sebagai tambahan, Aimar juga menjadi asisten pelatih di Timnas Argentina di Piala Dunia 2022, melanjutkan dedikasinya pada sepak bola Argentina. Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimilikinya pasti sangat berharga bagi Lionel Scaloni dan skuad Albiceleste.

Kini, Pablo Aimar mungkin telah pensiun dari lapangan hijau, namun warisannya sebagai playmaker elegan dan idola Lionel Messi akan selalu dikenang. Kisahnya merupakan sebuah inspirasi akan tekad dan kegigihan, meskipun dihadapkan dengan tantangan yang berat.

Also Read

Tags

Leave a Comment