PSM Makassar Ajukan Banding, Hukuman Berat Yuran Fernandes

Redaksi

PSM Makassar Ajukan Banding, Hukuman Berat Yuran Fernandes
Sumber: Detik.com

Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, dijatuhi sanksi larangan bermain selama 12 bulan oleh Komite Disiplin PSSI. Sanksi ini dijatuhkan menyusul kritik pedas Yuran terhadap sepak bola Indonesia setelah kekalahan timnya melawan PSS Sleman.

PSM Makassar menyatakan kekecewaannya dan berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut. Selain larangan bermain, Yuran juga didenda sebesar 25 juta rupiah.

Kritik Yuran Fernandes dan Sanksi Komdis PSSI

Kritikan Yuran muncul melalui unggahan di Instagram Story pasca kekalahan PSM dari PSS Sleman dengan skor 1-3. Ia menyebut sepak bola Indonesia sebagai “candaan” dan menyarankan pemain serius untuk menjauh dari Indonesia.

Meskipun unggahan tersebut kemudian dihapus dan Yuran menyampaikan permohonan maaf, Komdis PSSI tetap menjatuhkan sanksi berat. Permohonan maafnya menekankan bahwa kritik tersebut dilontarkan karena emosi sesaat setelah pertandingan.

Reaksi PSM Makassar dan Rencana Banding

PSM Makassar langsung merespon sanksi tersebut melalui media sosial resmi mereka. Klub menyatakan akan mengajukan banding dan memberikan dukungan penuh kepada Yuran.

Pernyataan resmi PSM juga menyoroti timing pengumuman sanksi yang dinilai kurang tepat, yaitu setelah PSM menyelesaikan persiapan melawan Malut United. Hal ini tentu saja mengganggu persiapan tim.

Kepemimpinan Wasit dan Kontroversi Pertandingan PSS vs PSM

Kepemimpinan wasit Nendi Rohaendi dalam pertandingan PSS Sleman vs PSM Makassar menjadi sorotan. Beberapa keputusan kontroversial, seperti menganulir gol Yuran melalui VAR dan mengesahkan gol PSS meski ada dugaan pelanggaran, menjadi pemicu.

Keputusan wasit tersebut mendapat protes keras dari pelatih PSM, Bernardo Tavares. Protes ini menjadi konteks penting untuk memahami latar belakang kritik Yuran.

Keputusan wasit tersebut dipertanyakan karena dinilai tidak konsisten dan merugikan PSM. Ketidakkonsistenan ini menjadi salah satu dasar kritik Yuran terhadap standar kepelatihan di Liga 1.

Kasus Yuran Fernandes ini menyoroti kompleksitas sepak bola Indonesia. Selain prestasi di lapangan, masalah kepemimpinan wasit dan pengelolaan liga menjadi tantangan besar yang perlu ditangani secara serius. Banding yang diajukan PSM Makassar diharapkan dapat memberikan keadilan dan transparansi dalam proses pengambilan keputusan.

Semoga kasus ini dapat menjadi momentum untuk perbaikan dan peningkatan kualitas sepak bola Indonesia ke depan.

Also Read

Tags

Leave a Comment