Timnas Jepang telah mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026. Kemenangan ini diraih setelah mengumpulkan 20 poin dari delapan pertandingan babak ketiga kualifikasi Zona Asia Grup C. Keunggulan poin yang signifikan atas Australia (13 poin) memastikan posisi Jepang tak tergoyahkan di dua laga sisa.
Menariknya, pelatih Hajime Moriyasu berencana memanfaatkan dua laga sisa melawan Australia (5 Juni) dan Indonesia (10 Juni) untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda dan pemain cadangan.
Peluang Emas bagi Pemain Muda Jepang
Keputusan Moriyasu untuk mengistirahatkan pemain inti disambut positif. Hal ini memberikan peluang emas bagi pemain-pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di kancah internasional.
Menurut laporan Nikkan Sports, Moriyasu ingin melihat potensi pemain-pemain yang belum banyak mendapatkan kesempatan bermain. Ia percaya hal ini akan memperkuat tim secara keseluruhan.
Moriyasu menyatakan, “Ada beberapa pemain yang berpotensi jadi aset berharga di masa depan, ini adalah tantangan buat saya. Ini ide yang bagus untuk berbagi taktik dan kesempatan bagi seluruh pemain. Pada akhirnya, itu akan membangun tim jadi lebih baik dan kuat.”
Strategi Moriyasu: Mencari Bakat Baru di J1 League dan Eropa
Selama dua bulan terakhir, Moriyasu aktif memantau pemain-pemain di J1 League, liga utama Jepang. Fokus utamanya adalah mencari pemain-pemain potensial yang belum pernah membela Timnas Jepang.
Selain itu, Moriyasu juga memantau pemain-pemain Jepang yang berkarier di Eropa. Ia berharap bisa menemukan talenta-talenta baru yang mampu memperkuat tim nasional.
Pencarian bakat ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Moriyasu untuk membangun tim yang lebih kuat dan kompetitif di masa depan. Ia tidak hanya fokus pada pemain senior, tetapi juga memperhatikan perkembangan pemain muda.
FIFA Matchday: Uji Coba Formasi Baru dan Komposisi Skuad
Setelah babak kualifikasi Piala Dunia 2026 berakhir, Timnas Jepang akan menghadapi serangkaian laga persahabatan di FIFA Matchday. Ini menjadi kesempatan ideal bagi Moriyasu untuk menguji coba formasi dan komposisi pemain baru.
Para pemain muda yang mendapat kesempatan bermain akan berjuang keras untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Mereka ingin menarik perhatian Moriyasu dan mengamankan tempat di skuad utama di masa mendatang.
Laga persahabatan ini bukan hanya sekadar pertandingan biasa, tetapi juga menjadi ajang seleksi yang penting bagi Moriyasu dalam membangun skuad Timnas Jepang untuk menghadapi tantangan di masa depan. Para pemain muda memiliki peluang besar untuk menunjukkan kualitas dan potensi mereka.
Dengan mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, Jepang kini dapat fokus pada pengembangan tim jangka panjang. Strategi Moriyasu untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda dan menguji coba formasi baru menunjukkan komitmennya untuk membangun tim yang lebih kuat dan berkelanjutan. Masa depan sepak bola Jepang tampak cerah dengan adanya regenerasi pemain yang terencana dan sistematis.





