Manchester United tengah berjuang keras untuk menyelamatkan musim mereka. Performa buruk di Premier League menempatkan mereka di posisi yang sulit. Harapan Setan Merah kini bertumpu pada Liga Europa.
Kemenangan di final Liga Europa akan menjadi tiket otomatis ke Liga Champions musim depan. Namun, kegagalan di final akan membuat mereka absen dari kompetisi Eropa musim depan.
MU di Ambang Kegagalan di Premier League
Musim ini, Manchester United tampil jauh dari ekspektasi di Premier League. Mereka hanya mampu mengumpulkan 39 poin dari 36 pertandingan.
Posisi mereka di peringkat ke-16 klasemen mencerminkan performa yang mengecewakan. Tekanan terhadap tim dan pelatih pun semakin meningkat.
Final Liga Europa: Harapan Terakhir MU
Final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur menjadi satu-satunya kesempatan bagi MU untuk meraih prestasi signifikan musim ini. Pertandingan akan berlangsung di San Mames, Bilbao, Kamis dini hari WIB (22/5/2025).
Kemenangan akan membawa MU ke Liga Champions dan sedikit meringankan beban tekanan. Kekalahan akan semakin memperburuk keadaan.
Dampak Kegagalan di Liga Europa
Jika MU gagal meraih gelar Liga Europa, konsekuensinya akan cukup besar. Mereka akan kehilangan kesempatan tampil di Liga Champions musim depan.
Namun, absennya MU dari kompetisi Eropa juga bisa dilihat dari sisi positif. Pelatih Ruben Amorim akan memiliki lebih banyak waktu untuk berlatih dan memperbaiki tim.
Amorim sendiri tidak melihatnya sebagai hal yang positif. Ia menyadari bahwa kegagalan akan meningkatkan tekanan dan dapat mengurangi kesabaran para penggemar.
Dalam konferensi pers, Amorim menyatakan bahwa tekanan padanya akan semakin besar jika mereka gagal. Ia menyadari ekspektasi tinggi yang harus dipikulnya.
Ia juga mengakui bahwa kesabaran para penggemar akan mencapai batasnya jika MU tidak meraih gelar Liga Europa. Tantangan besar menanti MU.
Sebelum menghadapi Tottenham di final Liga Europa, MU masih memiliki satu pertandingan penting di Premier League, yaitu melawan Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu dini hari WIB (17/5/2025).
Hasil pertandingan ini bisa mempengaruhi mental tim sebelum menghadapi final Liga Europa. Kemenangan akan menjadi suntikan moral yang berharga.
Kekalahan justru akan menambah beban tekanan sebelum pertandingan krusial melawan Tottenham Hotspur. Jalan MU menuju final Liga Europa masih panjang dan penuh tantangan.
Selama diasuh Amorim, MU hanya mencatat enam kemenangan dari 25 pertandingan di Premier League. Rekor ini menjadi bukti betapa sulitnya perjuangan MU musim ini.
Nasib Manchester United musim ini sepenuhnya bergantung pada hasil final Liga Europa. Baik pelatih maupun pemain harus mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka.
Tekanan besar sudah ada di pundak mereka. Pertanyaan besarnya adalah, mampukah MU bangkit dan meraih kemenangan?





