Presiden Direktur PSBS Biak, Eveline Sanita, mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan ini diambil setelah ia menghadapi berbagai permasalahan internal di klub sepak bola asal Papua tersebut. Eveline bergabung dengan PSBS Biak di tengah musim Liga 1 2024/2025 dan berhasil membawa tim promosi ini bersaing di papan atas klasemen.
PSBS Biak saat ini berada di posisi ketujuh klasemen sementara Liga 1 2024/2025. Prestasi ini cukup membanggakan mengingat status mereka sebagai tim promosi. Namun, di balik pencapaian tersebut, tersimpan dinamika internal yang cukup pelik.
Masalah Internal Mengguncang PSBS Biak
Eveline Sanita menyatakan adanya kegaduhan internal di manajemen PSBS Biak. Ia merasakan adanya dua kubu manajemen yang saling berbenturan. Perbedaan visi dan misi antara kedua kubu ini membuat Eveline kesulitan menjalankan tugasnya sebagai Presiden Direktur.
Ia menambahkan, komitmen tinggi dan profesionalisme yang ditunjukkan para pemain berbanding terbalik dengan kondisi manajemen yang dinilai kacau. Kondisi ini menyulitkan Eveline dalam pengambilan keputusan.
Permasalahan Dana dan Tunggakan Gaji
Salah satu masalah utama yang dihadapi Eveline adalah soal pendanaan. Pemegang saham mayoritas sempat menghentikan dukungan dana operasional selama tiga bulan terakhir karena konflik internal. Akibatnya, PSBS Biak mengalami tunggakan gaji pemain dan hutang kepada beberapa vendor.
Situasi ini membuat Eveline merasa tidak nyaman dan tidak leluasa menjalankan tugasnya. Ia bahkan sempat meminta bantuan kepada pemegang saham agar kembali mendukung PSBS Biak, terutama untuk menyelesaikan tunggakan gaji pemain dan menghindari citra buruk sepak bola Papua.
Batalnya RUPS dan Pengunduran Diri
Rencananya, akan diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PSBS Biak pada 14 Mei 2025 untuk membahas masa depan klub. Eveline dan pemegang saham mayoritas telah hadir di Biak. Namun, RUPS tersebut dibatalkan secara tiba-tiba oleh salah satu pemegang saham minoritas.
Kekecewaan mendalam dirasakan Eveline atas pembatalan RUPS tersebut. Ia menilai, RUPS sangat penting untuk menentukan arah masa depan PSBS Biak di Liga 1. Akhirnya, Eveline memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Direktur setelah musim Liga 1 2024/2025 berakhir.
Meskipun demikian, Eveline tetap berkomitmen untuk menemani tim hingga akhir musim. Ia merasa bangga dengan profesionalisme para pemain dan pelatih PSBS Biak yang tetap berjuang di tengah kondisi internal yang kurang kondusif. Eveline berharap PSBS Biak tetap dapat bersaing di Liga 1 musim depan. Ia juga berharap agar permasalahan internal dapat segera diselesaikan agar tidak lagi menghambat perkembangan klub.





