Atlet Pelatnas Atletik Desentralisasi Mimika, Silfanus Ndiken, mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan atlet yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada ajang 85th Singapore Open Track & Field Championships di Singapura, Silfanus berhasil meraih medali emas di nomor lempar lembing putra. Kemenangan ini sekaligus memecahkan rekor pribadinya.
Raihan Emas Silfanus Ndiken di Singapore Open
Silfanus Ndiken, atlet muda berusia 26 tahun asal Papua Selatan, mencatatkan lemparan sejauh 66,90 meter. Capaian ini melampaui rekor sebelumnya, 66,39 meter yang diraihnya saat meraih medali perak di PON 2024.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan apresiasi atas prestasi luar biasa ini. Luhut menilai keberhasilan Silfanus sebagai bukti nyata sistem pembinaan atlet yang efektif.
Konsistensi Performa Silfanus Sepanjang Tahun 2024
Sepanjang tahun 2024, Silfanus menunjukkan konsistensi prestasinya. Ia berhasil meraih sejumlah medali di berbagai kejuaraan.
Medali perak diraihnya di Thailand Open (63,99 meter) dan Jateng Open (63,31 meter). Sementara itu, medali emas berhasil ia peroleh di Jatim Open (64,28 meter).
Program Pelatnas Atletik Desentralisasi Mimika: Sebuah Kolaborasi Sukses
Keberhasilan Silfanus tak lepas dari dukungan Program Pelatnas Atletik Desentralisasi Mimika. Program ini merupakan hasil kerja sama antara PB PASI dan PT Freeport Indonesia.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi atlet dari daerah dan memberikan akses lebih luas bagi atlet lokal untuk berkompetisi di tingkat internasional.
Pelatihan intensif, fasilitas modern, dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Silfanus sendiri merupakan atlet binaan Papua Athletics Center (PAC) sejak Oktober 2023 dan saat ini tergabung dalam Program Pelatnas SEA Games 2025 di Pangalengan.
Kemenangan di Singapura semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu andalan Indonesia di nomor lempar lembing putra untuk kawasan Asia Tenggara.
Luhut Pandjaitan optimistis Papua Selatan dan Indonesia Timur memiliki potensi besar menjadi kekuatan utama atletik nasional. Prestasi Silfanus menjadi bukti nyata hal tersebut.
Keberhasilan Silfanus Ndiken diharapkan dapat menginspirasi atlet muda lainnya di Indonesia untuk terus berjuang dan berprestasi di kancah internasional. Program Pelatnas Atletik Desentralisasi Mimika terbukti mampu mencetak atlet-atlet berbakat yang mengharumkan nama bangsa.





