David Da Silva Frustrasi: Misteri di Balik Juara Persib?

Redaksi

David Da Silva Frustrasi: Misteri di Balik Juara Persib?
Sumber: Kompas.com

Top skor Persib Bandung sepanjang masa, David da Silva, tengah mengalami musim yang penuh frustrasi. Pemain asal Brasil ini mengaku kesulitan memberikan kontribusi maksimal bagi timnya yang sedang berjuang menuju gelar juara Liga 1 2024-2025.

Cedera yang berkepanjangan menjadi penyebab utama penurunan performa David da Silva. Minimnya kesempatan bermain membuat jumlah golnya jauh di bawah capaian musim lalu.

Musim Penuh Cederanya David da Silva

David da Silva hanya mampu tampil dalam 19 pertandingan dari total laga Persib musim ini. Ia telah absen dalam 11 pertandingan akibat cedera.

Hal ini berdampak signifikan pada produktivitas golnya. Hingga saat ini, ia baru mencetak 7 gol, jauh dari torehan 30 golnya di musim lalu yang mengantarkannya meraih Sepatu Emas Liga 1.

Kontras dengan musim lalu yang gemilang, musim ini David da Silva lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan medis. Kondisi ini membuatnya merasa frustrasi.

Frustrasi dan Harapan untuk Kembali

David da Silva terus terang mengungkapkan kekecewaannya. Ia merasa tak berdaya melihat tim berjuang tanpa kontribusi maksimal darinya.

Meskipun begitu, ia tetap optimis. David da Silva menyatakan proses penyembuhan cederanya telah mencapai 80 persen.

Ia berharap segera kembali ke lapangan dan memberikan kontribusi terbaik bagi Persib. Keinginannya untuk kembali membela tim sangat besar.

Meskipun sedang dalam kondisi sulit, ia tetap bangga dengan perjuangan rekan-rekannya. Dukungannya kepada tim tetap terjaga.

Jalan Menuju Pemulihan dan Masa Depan

David da Silva mengalami cedera beruntun sepanjang musim ini. Setelah sembuh dari satu cedera, ia kembali mengalami cedera lain akibat benturan di sesi latihan.

Ia mengaku cedera tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Hanya sebuah kontak fisik yang menyebabkan cedera.

Meskipun mengalami musim yang sulit, David da Silva memilih untuk menatap ke depan. Ia ingin fokus pada pemulihan dan kembali lebih kuat.

Pemain berusia 35 tahun ini menyadari bahwa masa lalu tak bisa diubah. Yang terpenting adalah fokus pada masa depan dan terus berjuang.

Meskipun Persib berada di ambang juara, David da Silva tetap merasakan kekecewaan mendalam. Ia berharap dapat kembali berkontribusi untuk tim di masa mendatang. Dukungan dari suporter dan tim tetap menjadi motivasinya.

Kisah David da Silva menjadi pengingat betapa pentingnya kesehatan dan kebugaran bagi seorang atlet profesional. Semoga ia dapat segera pulih dan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Also Read

Tags

Leave a Comment