Mimpi Indonesia untuk menembus Piala Dunia Putri kian nyata. Piala Pertiwi, turnamen sepak bola putri usia dini, menjadi jembatan menuju cita-cita besar tersebut. Komitmen dan kerja keras berbagai pihak, termasuk PSSI dan para sponsor, menunjukkan keseriusan upaya pengembangan sepak bola putri Tanah Air.
Piala Pertiwi U14 dan U16, yang telah digelar di tiga regional (Tangerang, Bandung, dan Samarinda), merupakan langkah strategis PSSI untuk menjaring bakat-bakat muda. Keberhasilan turnamen ini tak lepas dari dukungan penuh Djarum Foundation dan Hydroplus.
Piala Pertiwi: Jembatan Menuju Piala Dunia Putri
Piala Pertiwi U14 dan U16 2025 direncanakan melibatkan 32 tim dari 16 regional di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan skala besar turnamen dan komitmen untuk menjangkau seluruh penjuru negeri dalam pencarian talenta.
PSSI berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para pemain muda, tanpa membeda-bedakan antara tim putra dan putri. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang menyatakan kesetaraan dalam dukungan dan pengembangan kedua timnas tersebut.
Pengembangan Sepak Bola Putri di Tingkat Dasar
Djarum Foundation, melalui MilkLife Soccer Challenge, telah secara konsisten mendukung pengembangan sepak bola usia dini sejak tahun 2013. Komitmen ini berlanjut dengan dukungan penuh terhadap Piala Pertiwi, memperluas jangkauan hingga ke level U10 dan U12 di 8 kabupaten/kota.
Turnamen ini melibatkan Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar, menjangkau talenta muda dari usia sangat dini. Hal ini dinilai penting untuk membangun pondasi kuat bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia.
Peran Djarum Foundation dalam Pengembangan Sepak Bola Putri
Victor Hartono, President Director of Djarum Foundation, menekankan pentingnya memperluas kolam talenta pemain putri. Ia percaya bahwa dengan semakin banyaknya pesepak bola putri, akan semakin dekat terwujudnya liga sepak bola putri profesional di Indonesia.
Peningkatan jumlah pemain putri otomatis akan meningkatkan persaingan menuju tim nasional. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas permainan dan prestasi timnas putri Indonesia di kancah internasional.
Menciptakan Kompetisi Sehat dan Berkelanjutan
Victor Hartono optimis bahwa ke depan akan semakin banyak Sekolah Sepak Bola (SSB) yang memiliki pemain putri. Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan, akan ada lebih banyak tim putri yang siap berlaga di Piala Pertiwi.
PSSI dan Djarum Foundation berupaya untuk menciptakan ekosistem sepak bola putri yang sehat dan berkelanjutan. Dukungan berkelanjutan dan pengembangan program-program usia dini menjadi kunci kesuksesan jangka panjang.
Komitmen bersama ini menunjukkan tekad kuat untuk mewujudkan mimpi Indonesia berlaga di Piala Dunia Putri. Dengan konsistensi dan kerja sama yang solid, mimpi tersebut bukan lagi sekadar angan-angan, tetapi sebuah target yang dapat diraih. Piala Pertiwi menjadi bukti nyata dari upaya tersebut.





