Emil Audero saat ini menjadi kiper cadangan Maarten Paes di Timnas Indonesia. Sebelum kehadiran Audero, nama Benjamin van Leer sempat disebut-sebut sebagai kandidat kuat penjaga gawang Timnas.
Van Leer, kiper keturunan Indonesia, memiliki karier yang cukup gemilang di sepak bola Belanda. Ia pernah bermain di klub-klub ternama seperti Roda JC, dan sempat bermain di tim muda PSV hingga Ajax. Potensi dan pengalamannya di sepak bola Eropa membuatnya menjadi pertimbangan serius bagi Timnas Indonesia.
Namun, kehadirannya di Timnas Indonesia tak pernah terwujud. Pada usia 30 tahun, Van Leer memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional. Klub terakhirnya adalah Sparta Rotterdam. Keputusan pensiun di usia yang relatif muda tentu mengejutkan banyak pihak, termasuk para penggemar sepak bola Indonesia yang berharap melihatnya membela Timnas.
Karier Benjamin van Leer dan Keputusan Pensiun
Van Leer memulai karier juniornya di SV Houten Jugend pada tahun 2005. Setelah itu, ia meniti karier di berbagai klub Belanda, termasuk FC Eindhoven, Roda JC, Ajax, NAC Breda, dan akhirnya Sparta Rotterdam. Ia menandatangani kontrak dua tahun dengan Sparta Rotterdam pada 30 Juni 2020, tetapi pensiun pada Juni 2023 setelah setahun tanpa klub.
Keputusan pensiunnya kemungkinan besar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Meskipun usia 30 tahun masih terbilang muda untuk seorang kiper profesional, beberapa cedera atau penurunan performa mungkin menjadi pertimbangan. Faktor lain yang mungkin mempengaruhi keputusan ini adalah kehidupan pribadinya yang kini menjadi prioritas utama.
Kehidupan Pribadi Benjamin van Leer
Setelah pensiun, Benjamin van Leer kini fokus pada kehidupan keluarganya. Ia menikah dengan Lieke Martens, seorang pesepak bola wanita Belanda yang bermain untuk Paris Saint-Germain (PSG). Martens merupakan pemain bintang yang pernah meraih penghargaan FIFA The Best sebagai pesepak bola wanita terbaik.
Pasangan ini telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang lahir pada Agustus tahun lalu. Kesibukan mengurus anak dan keluarga menjadi prioritas utama Van Leer. Bahkan, ia sempat bertanya di akun Instagramnya tentang tips dan trik mengasuh bayi di bulan-bulan pertama, menunjukkan betapa ia menikmati perannya sebagai seorang ayah.
“Apakah ada ayah di sini yang punya kiat-kiat emas di bulan-bulan pertama?” tulis Benjamin di akun Instagramnya. Pernyataan ini mencerminkan fokusnya pada kehidupan keluarga setelah pensiun dari dunia sepak bola yang kompetitif.
Lieke Martens dan Benjamin van Leer telah menjalin hubungan sejak tahun 2018. Saat ini mereka tinggal di dekat Paris, mengikuti karier Martens di PSG. Kehidupan keluarga yang harmonis dan fokus pada peran sebagai ayah sepertinya telah menggantikan ambisi di lapangan hijau.
Meskipun kariernya sebagai kiper profesional telah berakhir, kisah Benjamin van Leer tetap menarik untuk diikuti. Ia merupakan contoh bagaimana seorang atlet profesional mampu beradaptasi dan menemukan kebahagiaan di luar lapangan hijau, sekaligus mengingatkan kita bahwa ada kehidupan lain yang lebih berharga setelah pensiun.
Kontributor: M. Faqih




