Agresi Israel: 200 Pemain Palestina Tewas, Dua Lagi Jadi Korban

Redaksi

Tragedi memilukan menimpa dunia sepak bola Palestina. Dua pemain muda berbakat, Mustafa Met dan Abdullah Mazen Hawila, tewas dalam serangan militer Israel. Keduanya menjadi korban saat mengantre bantuan makanan di Jalur Gaza, sebuah wilayah yang telah lama dilanda konflik.

Kejadian ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan antara Israel dan kelompok-kelompok bersenjata Palestina. Konflik ini telah menyebabkan penderitaan besar bagi penduduk sipil, termasuk para atlet muda yang seharusnya berfokus pada mimpi-mimpi mereka di lapangan hijau, bukannya menghadapi ancaman kematian.

Insiden tersebut dikonfirmasi oleh berbagai sumber berita, termasuk Suara.com. Kedua pemain muda tersebut terjebak dalam serangan yang menghantam lokasi distribusi bantuan kemanusiaan. Serangan tersebut mengakibatkan kematian mereka di tempat kejadian.

Pernyataan resmi dari Professional Footballers’ Association (PFA) mengecam keras insiden ini. “Dua pemain sepak bola muda Palestina dibunuh oleh Tentara Israel saat berbaris untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan,” demikian bunyi pernyataan PFA yang dirilis pada Minggu, 22 Juni 2025. Pernyataan ini melukiskan gambaran mengerikan tentang situasi di lapangan.

PFA juga mencatat dampak mengerikan konflik terhadap dunia olahraga di Palestina. Sejak meningkatnya agresi Israel terhadap Gaza pada tahun 2023, lebih dari 200 pesepak bola Palestina telah menjadi korban berbagai serangan. Angka ini menunjukkan betapa konflik tersebut telah menghancurkan komunitas olahraga di wilayah tersebut.

Menanggapi tragedi ini dan rentetan kematian atlet Palestina, PFA mendesak badan-badan terkait untuk segera meninjau situasi dan menjatuhkan sanksi yang setimpal. “Kami percaya bahwa kejahatan serius terhadap olahraga ini harus memiliki sanksi. Kami mendesak badan-badan terkait untuk segera meninjau situasi ini,” tegas PFA dalam unggahan mereka.

Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) telah mengambil langkah tegas dengan mengajukan permintaan resmi kepada FIFA pada Selasa, 17 Juni 2025. Permintaan tersebut menyerukan kepada FIFA untuk menjatuhkan sanksi terhadap Israel atas tindakan-tindakan yang telah mengancam keselamatan pemain dan merusak fasilitas olahraga.

PFA menekankan bahwa FIFA harus mengambil tindakan tegas. “Federasi Sepak Bola Palestina telah mengajukan permintaan resmi kepada FIFA untuk menjatuhkan sanksi terhadap Israel atas tindakan yang mengancam keselamatan pemain dan merusak fasilitas olahraga,” tulis PFA dalam pernyataan Sabtu lalu. Mereka menilai bahwa jika dunia sepak bola tetap diam, olahraga akan menjadi korban dari agresi militer yang sistematis.

“Ini bukan hanya soal politik, ini soal melindungi sepak bola dari kehancuran,” imbuh PFA. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi situasi dan mendesak FIFA untuk mengambil peran aktif dalam melindungi olahraga dari dampak konflik bersenjata.

Kejadian ini bukan hanya tragedi bagi keluarga dan teman-teman Mustafa dan Abdullah, tetapi juga merupakan pukulan besar bagi dunia sepak bola Palestina. Kehilangan dua pemain muda berbakat ini menandakan betapa konflik bersenjata dapat merenggut masa depan dan mimpi-mimpi generasi muda.

Semoga kejadian ini dapat mendorong FIFA dan komunitas internasional untuk mengambil tindakan konkret dalam melindungi atlet dan memastikan bahwa sepak bola dapat dimainkan dalam lingkungan yang aman dan damai, terlepas dari konflik politik yang terjadi.

Kontributor: Adam Ali

Also Read

Tags

Leave a Comment