Yugoslavia, bagi banyak orang, hanyalah kenangan. Negara yang dulu berperan besar dalam politik internasional, bahkan turut mendirikan Gerakan Non-Blok bersama Ir. Soekarno, kini telah terpecah menjadi beberapa negara.
Konflik antar etnis menjadi penyebab utama keruntuhan Yugoslavia. Pecahnya Yugoslavia melahirkan negara-negara baru seperti Slovenia, Serbia, Montenegro, Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Kosovo, dan Makedonia. Masing-masing negara ini memiliki ciri khas sepak bola yang berbeda, meskipun pernah disatukan di bawah bendera Yugoslavia.
Uniknya, gaya bermain sepak bola Yugoslavia, hasil perpaduan berbagai etnis, sangat berbeda dari negara-negara Eropa Timur dan Barat. Timnas Yugoslavia dikenal tangguh karena menggabungkan kekuatan fisik ala Eropa Timur dan taktik serta permainan tim ala Eropa Barat.
Bahkan, dalam hal skill individu, pemain Yugoslavia seringkali lebih unggul daripada pemain Eropa Timur. Kemampuan ini, ditambah dengan gaya bermain yang unik, membuat Yugoslavia mendapat julukan “Brasil dari Balkan”. Pemain-pemain legendaris seperti Dejan Stankovic, dengan dribbling ciamik dan tendangan kerasnya, menjadi bukti nyata hal tersebut.
Gaya Bermain Unik Yugoslavia: Perpaduan Budaya dan Skill
Keberagaman etnis di Yugoslavia menciptakan gaya bermain sepak bola yang unik dan menarik. Tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik seperti tim-tim Eropa Timur, atau taktik dan permainan tim seperti tim-tim Eropa Barat, Yugoslavia menggabungkan keduanya.
Hal ini membuat permainan mereka dinamis dan sulit diprediksi. Para pemainnya memiliki skill individu yang tinggi, menambah daya gedor tim secara signifikan. Kombinasi antara kekuatan, taktik, dan skill individu inilah yang menjadikan Yugoslavia sebagai tim yang disegani di kancah internasional.
Andai Yugoslavia Masih Ada: Tim Impian Piala Dunia
Kini, negara-negara pecahan Yugoslavia berjuang sendiri di kancah internasional. Namun, bayangkan jika Yugoslavia masih utuh. Dengan pemain-pemain berbakat dari berbagai negara pecahannya, timnas Yugoslavia akan menjadi kandidat kuat juara Piala Dunia.
Membayangkan susunan pemain timnas Yugoslavia ideal, jika negara tersebut masih ada, menjadi hal yang menarik. Berikut adalah susunan pemain ideal yang mungkin bisa dibentuk, berdasarkan pemain-pemain terbaik dari masing-masing negara pecahan:
Susunan Pemain Ideal Timnas Yugoslavia (Hipotesis)
Kiper: Jan Oblak (Slovenia), Danijel Subasic (Kroasia), Asmir Begovic (Bosnia)
Bek: Stefan Savic (Montenegro), Sime Vrsaljko (Kroasia), Branislav Ivanovic (Serbia), Sead Kolašinac (Bosnia), Leart Paqarada (Kosovo), Tin Jedvaj (Kroasia), Stefan Ristovski (Makedonia), Aleksandar Kolarov (Serbia), Dejan Lovren (Kroasia)
Tengah: Marko Jankovic (Montenegro), Josip Ilicic (Slovenia), Ivan Rakitic (Kroasia), Mateo Kovacic (Kroasia), Luka Modric (Kroasia), Andrija Zivkovic (Serbia), Sergej Milinkovic-Savic (Serbia), Nemanja Matic (Serbia), Miralem Pjanic (Bosnia), Milot Rashica (Kosovo)
Depan: Aleksandar Mitrovic (Serbia), Edin Dzeko (Bosnia), Aleksandar Trajkovski (Makedonia), Ivan Perisic (Kroasia), Mario Mandzukic (Kroasia), Marko Pjaca (Kroasia), Stevan Jovetic (Montenegro)
Susunan pemain di atas hanyalah hipotesis, mempertimbangkan pemain-pemain terbaik dari masing-masing negara pecahan Yugoslavia pada masa kejayaannya. Namun, kekuatan tim ini tak perlu diragukan lagi. Kombinasi skill individu yang tinggi, kekuatan fisik, serta strategi permainan yang matang, menjadikan tim ini sebagai ancaman serius bagi tim-tim lain di Piala Dunia.
Keruntuhan Yugoslavia memang menyisakan duka, tetapi juga menyisakan pertanyaan besar: bagaimana jika negara tersebut masih ada? Mungkin, kita akan menyaksikan sebuah tim nasional sepak bola yang luar biasa dan berjaya di panggung dunia. Sayangnya, itu hanya sebuah hipotesis.
Kontributor: Adam Ali




