Paris Saint-Germain (PSG) menorehkan sejarah baru dalam sepak bola Eropa. Mereka berhasil meraih gelar Liga Champions pertama kalinya setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di final yang berlangsung di Allianz Arena, Munich, Minggu dini hari WIB (1/6/2025). Kemenangan gemilang ini sekaligus mencatatkan rekor margin kemenangan terbesar dalam final Liga Champions era modern.
Namun, perjalanan membawa pulang trofi bergengsi tersebut tak semulus di lapangan hijau. Ternyata, para pemain PSG hanya boleh membawa pulang replika trofi Liga Champions, bukan trofi asli. Hal ini sesuai dengan aturan ketat yang ditetapkan UEFA.
Trofi Replika, Aturan Ketat UEFA
UEFA memiliki regulasi ketat terkait trofi Liga Champions. Trofi asli selalu disimpan di markas UEFA di Nyon, Swiss. Hanya kapten Marquinhos yang sempat mengangkat trofi asli sesaat seusai pertandingan.
Setelah selebrasi di Allianz Arena, PSG menerima trofi replika resmi. Trofi replika inilah yang akan diarak dalam pawai juara di Champs-Élysées. PSG juga akan memajang trofi replika tersebut di Parc des Princes sebagai bukti pencapaian bersejarah.
Setiap pergerakan trofi replika, bahkan, memerlukan izin resmi dari UEFA. Klub juga wajib melaporkan lokasi penyimpanan trofi secara detail kepada UEFA yang berhak melakukan pengecekan sewaktu-waktu.
Syarat Kepemilikan Trofi Asli Liga Champions
Trofi asli Liga Champions hanya diberikan secara permanen kepada klub yang memenuhi kriteria tertentu. Awalnya, klub yang memenangkan lima gelar atau tiga gelar secara beruntun berhak atas trofi asli. Namun, sejak 2008, hanya syarat lima gelar yang berlaku.
Sejauh ini, hanya Real Madrid, Ajax Amsterdam, Bayern Munich, AC Milan, dan Liverpool yang memiliki trofi asli Liga Champions. Barcelona, meskipun telah memenangkan lima gelar, hanya mendapatkan replika trofi karena perubahan regulasi pada 2008.
PSG, dengan gelar Liga Champions pertamanya, masih membutuhkan empat gelar lagi untuk dapat memiliki trofi asli. Ini tentu menjadi tantangan dan motivasi tersendiri bagi klub asal Paris tersebut.
Dominasi PSG dan Rekor Baru di Final Liga Champions
Kemenangan 5-0 atas Inter Milan bukan hanya sekadar kemenangan, tetapi juga mencetak sejarah baru. Skor ini menjadi margin kemenangan terbesar dalam laga final antarklub Eropa sejak era Liga Champions dan Piala Champions.
Inter Milan pun menjadi tim pertama yang kebobolan lima gol di final era Liga Champions. Terakhir kali final dengan skor selisih lima gol terjadi pada tahun 1962, ketika Benfica mengalahkan Real Madrid 5-3 di final Piala Champions.
Kemenangan telak ini menegaskan dominasi PSG di final dan sekaligus menjadi catatan sejarah baru yang akan dikenang dalam perjalanan panjang Liga Champions. Jalan panjang masih menanti PSG untuk membawa pulang trofi asli Liga Champions ke Paris. Namun, gelar pertama ini sudah cukup untuk dirayakan dan menjadi batu loncatan menuju kesuksesan selanjutnya.





