Kurniawan Dwi Yulianto, mantan asisten pelatih Como 1907 di Serie B Italia, memulai babak baru dalam kariernya. Ia meninggalkan klub tersebut untuk fokus pada kesempatan di tanah air.
Kini, legenda sepak bola Indonesia ini menjabat sebagai Direktur Teknik PSPS Pekanbaru. Pengalaman dan reputasinya diharapkan mampu membawa PSPS Pekanbaru berjaya di Liga 2 dan promosi ke Liga 1.
Kurniawan Dwi Yulianto: Kembali ke Pekanbaru
Keputusan Kurniawan meninggalkan Como 1907 diambil saat ia bergabung dengan Timnas U-20. Namun, hingga saat ini belum ada panggilan kembali dari timnas.
Di Pekanbaru, Kurniawan mendapat peran penting sebagai Dirtek PSPS. Klub ini optimistis pengalamannya akan meningkatkan performa tim.
Kurniawan, kelahiran Magelang 48 tahun lalu, adalah sosok ikonik sepak bola Indonesia. Ia membela Timnas Indonesia selama satu dekade, dari 1995 hingga 2005.
Selama periode tersebut, ia tampil dalam 59 pertandingan dan mencetak 33 gol. Prestasi gemilang ini mengukuhkan namanya sebagai legenda sepak bola Indonesia.
Setelah pensiun sebagai pemain, Kurniawan beralih ke dunia kepelatihan. Karier kepelatihannya dimulai sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia pada tahun 2018.
Pengalamannya juga mencakup melatih klub-klub di luar negeri, seperti Sabah di Liga Malaysia (2020-2021), dan klub-klub besar Indonesia, seperti Persija Jakarta dan PSM Makassar.
PSPS Pekanbaru memiliki harapan besar kepada Kurniawan. Apalagi, ia pernah memperkuat PSPS selama tiga tahun (2001-2003), sehingga memiliki ikatan emosional kuat dengan klub.
Nova Arianto: Mengarahkan Garuda Muda
Nova Arianto, mantan pemain Timnas Indonesia, kini tengah memimpin Timnas Indonesia U-17. Ia menghadapi tantangan besar dalam membawa tim ke Piala Dunia U-17 2025.
Keberhasilannya membawa Garuda Muda ke Piala Dunia U-17 melalui Piala Asia U-17 2025 membuatnya mendapat banyak pujian. Namun, tantangan masih ada.
Indonesia tergabung dalam grup yang berat di Piala Dunia U-17 2025. Mereka akan menghadapi Brasil, Honduras, dan Zambia di Grup H.
PSSI berharap Nova Arianto mampu membawa Timnas Indonesia U-17 meraih prestasi terbaik. Prestasi gemilang di Piala Dunia U-17 sangat dinantikan.
Aji Santoso dan Widodo C. Putro: Pelatih Berpengalaman
Aji Santoso, mantan bek kiri Timnas Indonesia, kini menjadi pelatih Persela Lamongan di Liga 2. Ia berambisi membawa klub tersebut promosi ke Liga 1.
Aji Santoso memiliki pengalaman kepelatihan yang luas. Ia pernah melatih klub-klub besar Indonesia seperti Persebaya Surabaya dan Arema, serta Timnas Indonesia U-23.
Persela Lamongan bukanlah klub asing bagi Aji Santoso. Ia pernah menukangi klub ini pada periode 2017-2019.
Widodo C. Putro, mantan penyerang Timnas Indonesia, juga masih aktif di dunia kepelatihan. Sejak tahun 2024, ia menjadi pelatih Persijap Jepara.
Widodo C. Putro memiliki karier kepelatihan yang panjang dan sukses. Ia pernah menangani klub-klub seperti Gresik United, Persela Lamongan, Bali United, dan banyak lagi.
Sebagai mantan penyerang andalan Timnas Indonesia (1991-1999), Widodo C. Putro mencetak 14 gol dalam 55 pertandingan internasional. Pengalamannya ini sangat berharga.
Keempat legenda sepak bola Indonesia ini membuktikan bahwa karier di dunia sepak bola tidak berhenti setelah pensiun sebagai pemain. Mereka terus berkontribusi dan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia di berbagai level.





