Juventus Malu! Trump Kritik Tajam Sebelum Laga Hajar Al Ain

Redaksi

Juventus Malu! Trump Kritik Tajam Sebelum Laga Hajar Al Ain
Sumber: Bola.com

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya yang dianggap tidak pantas kepada pemain Juventus FC. Insiden ini terjadi saat tim sepak bola Italia tersebut melakukan kunjungan resmi ke Gedung Putih sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Ain. Kejadian tersebut menimbulkan kecaman luas di media sosial.

Kunjungan Juventus ke Gedung Putih, yang seharusnya menjadi momen formal, justru diwarnai dengan pertanyaan yang membuat para pemain dan manajer merasa kikuk. Dua pemain Amerika Serikat, Timothy Weah dan Weston McKennie, ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Pertanyaan yang Memicu Keheningan

Dalam pertemuan di Oval Office, Trump menanyakan hal yang sensitif kepada para pemain Juventus. Ia bertanya, “Menurut kalian, bisakah seorang wanita masuk ke tim kalian, *fellas*?”. Pertanyaan tersebut langsung disambut keheningan. Para pemain Juventus hanya tersenyum kaku, tampak kebingungan.

Trump dikenal dengan pandangan kontroversialnya tentang atlet transgender dalam olahraga. Ia sebelumnya telah mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang atlet transgender berkompetisi di kategori olahraga wanita. Pertanyaan Trump kepada tim Juventus dinilai sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan atas kebijakan kontroversial tersebut.

Manajer Juventus Mencoba Meredam Situasi

Trump tidak hanya menanyakan hal tersebut kepada para pemain. Ia juga mengarahkan pertanyaan serupa kepada manajer Juventus, Damien Comolli. Comolli berupaya meredakan suasana dengan jawaban diplomatis, “Kami punya tim wanita yang sangat bagus.”

Namun, Trump justru kembali menegaskan pendapatnya, “Tapi, mereka seharusnya bermain dengan sesama wanita. Dia (Comolli) sangat diplomatis.” Jawaban Trump ini menunjukkan ketidakpekaannya terhadap isu gender dalam olahraga dan menimbulkan kecaman lebih lanjut.

Kecaman di Media Sosial Menggema

Pernyataan Trump langsung menuai kecaman di media sosial. Banyak pengguna internet menilai momen tersebut sangat tidak pantas dan memalukan. Sejumlah komentar muncul di platform X (sebelumnya Twitter).

“Momen yang benar-benar buruk dan canggung,” tulis seorang pengguna. Pengguna lain berkomentar, “Dia memang mengerikan, tapi para pemain dan staf Juventus berhasil menanganinya dengan tenang.” Komentar sinis lainnya berbunyi, “Ironis saat sebuah tim sepak bola bisa lebih diplomatis daripada Presiden Amerika Serikat.”

Ironisnya, komentar kontroversial Trump muncul tak lama setelah tim wanita Juventus meraih gelar Serie A Femminile kelima berturut-turut. Prestasi ini menjadikan mereka salah satu tim wanita terbaik di dunia.

Terlepas dari insiden tersebut, Juventus tetap menunjukkan performa gemilang di lapangan. Mereka menang telak 5-0 atas Al Ain berkat dua gol dari Randal Kolo Muani, dua gol dari Francisco Conceicao, dan satu gol dari Kenan Yildiz. Kemenangan ini menunjukkan profesionalisme tinggi tim tersebut di tengah situasi yang kurang menyenangkan.

Meskipun kontroversi ini terjadi, Juventus tetap mampu fokus dan menunjukkan kualitasnya di lapangan. Insiden ini sekali lagi menyoroti pentingnya kepekaan dan kesetaraan gender dalam dunia olahraga, serta menunjukkan bagaimana sikap seorang pemimpin dapat memengaruhi persepsi publik. Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana menghadapi situasi sulit dengan tetap menjaga profesionalisme dan fokus pada tujuan utama.

Also Read

Tags

Leave a Comment