Piala Dunia Antarklub 2025 yang digelar di Amerika Serikat mencatatkan angka kehadiran penonton yang mengecewakan. Lebih dari 400.000 kursi kosong terisi selama babak penyisihan grup, sebuah fakta yang menjadi sorotan bagi FIFA dan panitia penyelenggara lokal. Turnamen yang seharusnya menjadi ajang pemanasan menuju Piala Dunia 2026 ini justru diwarnai stadion-stadion yang terlihat sepi.
Rata-rata tingkat keterisian penonton hanya mencapai 56,8 persen dari total kapasitas 979.373 kursi di sembilan stadion yang digunakan. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai strategi pemasaran dan daya tarik turnamen bagi penggemar sepak bola di Amerika Serikat.
Kursi Kosong Mendominasi Beberapa Pertandingan
Angka 423.004 kursi kosong di 16 pertandingan fase grup menunjukkan rendahnya minat penonton. Beberapa pertandingan bahkan tercatat memiliki tingkat kehadiran yang sangat rendah.
Salah satu laga yang paling sepi adalah pertandingan antara Mamelodi Sundowns (Afrika Selatan) melawan Ulsan HD (Korea Selatan) di Inter & Co Stadium, Florida. Hanya 3.412 penonton yang hadir, menghasilkan tingkat keterisian stadion hanya 13,6 persen.
Jurnalis Maher Mezahi bahkan melaporkan hanya melihat sekitar 100 penonton beberapa menit sebelum pertandingan dimulai. Situasi ini menunjukkan adanya masalah besar dalam menarik minat penonton lokal.
Laga Tim Besar Pun Tak Terkecuali
Bukan hanya laga klub-klub kurang populer yang mengalami minimnya penonton. Pertandingan antara Chelsea dan LAFC, dua tim besar, juga hanya dihadiri 22.137 penonton di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. Stadion tersebut memiliki kapasitas 71.000 kursi.
Sebagai perbandingan, dua tahun lalu Chelsea bermain di stadion yang sama melawan Newcastle dan hampir mencapai kapasitas penuh. Perbedaan jumlah penonton ini menunjukkan faktor-faktor lain selain popularitas tim yang berperan.
FIFA sendiri tetap optimis, menyatakan bahwa empat dari lima pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak masih akan berlangsung. Lebih dari 1,4 juta tiket telah terjual secara keseluruhan.
Faktor Jadwal Pertandingan dan Lokasi
Salah satu penyebab utama rendahnya kehadiran penonton adalah jadwal pertandingan yang sering berbenturan dengan jam kerja dan sekolah. Banyak laga dimainkan pada siang hari, membuat sulit bagi banyak orang untuk hadir.
Contohnya, pertandingan Chelsea yang dimainkan pukul 3 sore hanya menarik 22.000 penonton. Doug Roberson dari Atlanta Journal-Constitution menyoroti bahwa masalahnya bukan pada minat sepak bola, tetapi pada waktu pertandingan yang tidak ideal.
Situasi serupa terjadi di pertandingan lain, seperti laga Borussia Dortmund melawan Fluminense di New York dan Manchester City versus Wydad Casablanca di Philadelphia. Keduanya mengalami kursi kosong dalam jumlah yang signifikan.
Namun, ada pengecualian di Miami. Tiga pertandingan di Miami, dengan populasi Hispanik dan Latino yang besar, menarik minat penonton yang lebih tinggi. Laga pembuka Inter Miami vs Al-Ahly misalnya, disaksikan oleh 60.927 penonton.
Pertandingan Boca Juniors vs Benfica dan Real Madrid melawan Al-Hilal juga dihadiri lebih dari 55.000 dan 62.000 penonton. Faktor demografi dan waktu pertandingan tampaknya berpengaruh besar terhadap tingkat kehadiran penonton.
Kesimpulannya, penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat menghadapi tantangan signifikan dalam menarik minat penonton. Faktor jadwal pertandingan dan lokasi berpengaruh besar terhadap tingkat kehadiran. Meskipun FIFA optimis, panitia perlu mengevaluasi strategi mereka untuk meningkatkan daya tarik turnamen di masa mendatang.





