Misteri Topi Terbalik Lamine Yamal: Kisah di Baliknya?

Redaksi

Misteri Topi Terbalik Lamine Yamal: Kisah di Baliknya?
Sumber: Detik.com

Gaya Lamine Yamal, pemain muda berbakat Timnas Spanyol, kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan karena aksinya di lapangan hijau, melainkan karena penampilannya saat konferensi pers. Pemakaian topi terbalik oleh Yamal menuai kritik dari legenda Real Madrid, Guti.

Guti menilai tindakan Yamal tersebut tidak pantas dilakukan saat mewakili Timnas Spanyol. Peristiwa ini memicu perdebatan tentang etika penampilan pemain di acara resmi.

Kritik Pedas Guti dan Respons Yamal

Guti secara tegas mengecam gaya Yamal. Ia berpendapat bahwa mengenakan topi terbalik boleh dilakukan di waktu santai, bukan saat konferensi pers resmi mewakili negara.

Menanggapi kritik tersebut, Yamal melalui unggahan Instagram-nya menuliskan, “Mereka mengeluhkan hal-hal buruk, dan mencaci maki hal-hal baik.” Unggahan ini diduga sebagai balasan atas komentar Guti.

Tren Topi Terbalik di Konferensi Pers

Menariknya, mengenakan topi terbalik di konferensi pers bukan hal yang aneh di dunia sepak bola.

Beberapa pemain top dunia seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, Vinicius Junior, dan Kylian Mbappe juga pernah terlihat mengenakan topi terbalik dalam kesempatan serupa.

Perbandingan dengan Insiden Celana Melorot

Ini bukan kali pertama gaya Yamal menuai kontroversi. Sebelumnya, penampilannya dengan celana sedikit melorot saat pertandingan melawan Belanda juga dikritik oleh Rafael van der Vaart.

Sebagai respons, setelah Spanyol menang adu penalti, Yamal kembali mengenakan celana melorot dan mengunggah kalimat sindiran: “Celana pendek yang melorot, satu gol, satu gagal penalti, dan ke semifinal.”

Prestasi Cemerlang Lamine Yamal

Terlepas dari kontroversi gaya berpakaiannya, Yamal diakui sebagai salah satu pemain muda terbaik dunia saat ini.

Ia telah berkontribusi besar bagi kesuksesan Spanyol di Euro dan Barcelona di kancah domestik. Kontribusinya yang impresif berupa 18 gol dan 25 assist untuk Barcelona musim lalu semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain berbakat.

Meskipun Spanyol kalah di final UEFA Nations League melawan Portugal, performa gemilang Yamal tetap tak terbantahkan. Ia menjadi bukti bakat luar biasa yang dimiliki oleh pemain muda Spanyol tersebut.

Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana Yamal akan menghadapi sorotan publik dan terus mengukir prestasi di dunia sepak bola. Ia harus pandai menyeimbangkan bakatnya dengan menjaga citra dan etika sebagai seorang atlet profesional.

Also Read

Tags

Leave a Comment