Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan seorang pelajar SMAN 5 Bandung meninggal dunia terjadi di Jalan Anggrek, Kota Bandung, Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 15.15 WIB. Korban, yang mengendarai sepeda motor Yamaha XSR, ditabrak sebuah mobil Nissan Kicks dari belakang dan terseret hingga puluhan meter.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan konsentrasi saat mengemudi, serta perlunya pengemudi untuk selalu dalam kondisi prima, baik fisik maupun mental. Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab kecelakaan dan bagaimana hal serupa dapat dicegah di masa mendatang.
Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Anggrek
Korban, bersama temannya Marlon, sedang menunggu lampu merah di perempatan Jalan Anggrek dan Jalan LLRE Martadinata. Mobil Nissan Kicks hitam tiba-tiba menabrak sepeda motor korban dari belakang sebelum lampu hijau menyala.
Akibatnya, korban dan sepeda motornya terseret sejauh 50-100 meter. Mobil Nissan Kicks baru berhenti setelah menabrak sebuah mobil pikap dan dikejar oleh pengendara lain di sekitar lokasi kejadian.
Menurut keterangan Marlon, mobil Nissan Kicks dikendarai oleh seorang perempuan. Polisi telah menetapkan pengemudi berinisial HS sebagai tersangka.
Dugaan Penyebab Kecelakaan dan Tanggapan Ahli
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, Fiekry Perdana, menyatakan pengemudi Nissan Kicks, HS, diduga tidak konsentrasi saat mengemudi. Namun, ia dipastikan tidak dalam keadaan mabuk.
Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara dan Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), memberikan dua kemungkinan penyebab kecelakaan. Pertama, pengemudi mungkin tidak memahami operasional kendaraannya dan panik saat terjadi tabrakan, sehingga menyebabkan kendaraan melaju tanpa kendali.
Kemungkinan kedua, pengemudi mungkin memiliki masalah kesehatan bawaan seperti kejang atau kram otot, atau kesulitan mengontrol emosi. Kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan mengemudi.
Pelajaran Penting dari Kecelakaan
Kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang kesiapan mental, psikologis, dan fisik sebelum mengemudi. Pengemudi harus memastikan dirinya dalam kondisi prima untuk menghindari kecelakaan.
Sony Susmana menyarankan agar pengemudi melakukan *upskilling* jika terdapat kekurangan dalam kemampuan mengemudi. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pengemudi yang menyadari memiliki kekurangan atau masalah kesehatan tertentu, sebaiknya menunda mengemudi hingga kondisinya membaik. Keselamatan diri dan orang lain harus selalu diutamakan.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada dan mematuhi peraturan lalu lintas. Dengan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan, diharapkan kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir.
Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk senantiasa mengedepankan keselamatan dan kewaspadaan dalam berkendara. Kepada keluarga korban, kami turut berduka cita atas kejadian ini.





