Target Ambisius Polytron: Revolusi Jualan Mobil Listrik di Indonesia

Redaksi

Target Ambisius Polytron: Revolusi Jualan Mobil Listrik di Indonesia
Sumber: Detik.com

Polytron, perusahaan elektronik lokal ternama, secara resmi memasuki persaingan pasar mobil listrik di Indonesia. Langkah ini diambil di tengah kehadiran sejumlah merek mobil listrik asal China yang telah lebih dulu menguasai pasar.

Meskipun tergolong pendatang baru, Polytron menargetkan penjualan yang cukup realistis di tahun pertamanya. Strategi ini berbeda dengan pendekatan agresif yang diterapkan kompetitor dari Negeri Tirai Bambu.

Target Penjualan Polytron G3 dan G3+

Polytron menetapkan target penjualan 1.500 unit mobil listrik Polytron G3 dan G3+ hingga akhir tahun 2024. Angka ini menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati dibandingkan merek lain.

Direktur Komersial Polytron Tekno Wibowo menyatakan target tersebut sebagai langkah awal perusahaan dalam penetrasi pasar mobil listrik domestik. Fokus utama saat ini adalah membangun pondasi yang kuat sebelum meningkatkan ambisi penjualan.

Kolaborasi dan Persiapan Pabrik

Saat ini, perakitan Polytron G3 dan G3+ dilakukan melalui kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM). Polytron sedang membangun fasilitas produksi sendiri untuk jangka panjang.

Investasi pada peralatan produksi tengah dilakukan secara bertahap. Keberhasilan pembangunan pabrik sendiri diharapkan akan mempercepat proses penjualan dan meningkatkan kapasitas produksi.

Tekno Wibowo menambahkan, semakin cepat pabrik beroperasi, maka semakin cepat pula Polytron bisa meningkatkan penjualan mobil listriknya. Hal ini menjadi prioritas utama perusahaan saat ini.

Spesifikasi dan Fitur Polytron G3 dan G3+

Mobil listrik Polytron mengadopsi teknologi dan produk dari mitra perusahaan, Skyworth Auto. Namun, spesifikasi dan fitur telah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasar Indonesia.

Polytron G3 dan G3+ ditenagai baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51.9 kWh dan menghasilkan daya 150 kW. Torsi yang dihasilkan mencapai 320 Nm, memberikan akselerasi yang responsif.

Ground clearance 158 mm memungkinkan mobil ini untuk nyaman dikendarai di berbagai kondisi jalan di Indonesia. Dimensi mobil juga didesain untuk mengakomodir kondisi jalanan di Indonesia.

Kedua varian, G3 dan G3+, memiliki jarak tempuh 402 kilometer (berdasarkan standar pengujian CLTC) dan kecepatan maksimal 150 km/jam. Akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dalam 9,6 detik.

Polytron memberikan garansi 5 tahun untuk kendaraan. Garansi baterai seumur hidup ditawarkan untuk opsi berlangganan baterai, sementara garansi 8 tahun diberikan untuk opsi tanpa berlangganan.

Jaringan Purna Jual

Polytron berencana mengembangkan jaringan purna jual yang luas untuk menunjang layanan pelanggan. Target awal adalah penambahan 8 showroom baru.

Empat showroom akan berlokasi di Jakarta, satu di Bandung, satu di Semarang, dan dua di Surabaya. Selain itu, Polytron juga sedang dalam tahap penjajakan kerja sama dengan beberapa dealer potensial.

Perluasan jaringan distribusi dan layanan purna jual merupakan langkah penting untuk membangun kepercayaan konsumen dan memastikan kepuasan pelanggan. Hal ini juga akan mendukung target penjualan Polytron di masa mendatang.

Dengan strategi yang terukur dan fokus pada kualitas produk serta layanan purna jual, Polytron menunjukkan kesiapannya untuk berkompetisi di pasar mobil listrik Indonesia yang semakin kompetitif. Langkah ini menandai babak baru bagi perusahaan yang sebelumnya dikenal di bidang elektronik.

Also Read

Tags

Leave a Comment