Polisi tidur di Jalan Pemuda, Klaten, Jawa Tengah, baru-baru ini menjadi viral karena desainnya yang ekstrem. Marka kejut empat baris yang berjejer di jalur lambat jalan tersebut menyulitkan pengendara, bahkan mengakibatkan becak motor terjebak.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan berbagai kendaraan kesulitan melewati polisi tidur tersebut. Pengendara motor tampak berupaya keras menjaga keseimbangan, sementara becak motor bahkan sampai terperangkap dan memerlukan bantuan pengendara lain. Mobil pengangkut gas dan galon pun terlihat mengalami kendala saat melintas.
Polisi Tidur Ekstrem di Jalan Pemuda Klaten
Kejadian ini terjadi di Jalan Pemuda, tepatnya di seberang kompleks kantor Pemkab Klaten. Keberadaan polisi tidur yang dinilai terlalu tinggi ini menuai kritik dan sorotan publik.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, langsung turun tangan menanggapi permasalahan ini. Pembongkaran polisi tidur tersebut pun menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Pembongkaran dan Perbaikan
Pemerintah Kabupaten Klaten akhirnya membongkar polisi tidur yang menjadi perbincangan tersebut. Proses pembongkaran diawasi langsung oleh Bupati dan diunggah di berbagai akun media sosial.
Kepala Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto, menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan pada Minggu malam (27/4/2025). Proses penyempurnaan dan perataan jalan direncanakan dilanjutkan pada Senin (28/4/2025).
Suryanto menambahkan bahwa pemasangan kembali marka kejut akan dilakukan dengan ukuran yang lebih rendah. Tujuannya agar tetap ada pengaman kecepatan, namun tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Penyebab dan Dampak
Menurut Suryanto, meskipun polisi tidur telah dibongkar, penting untuk diingat bahwa perilaku berkendara yang tidak patuh tetap berisiko menyebabkan kecelakaan.
Hery Wibawa, warga sekitar dan anggota DPRD Klaten, mengungkapkan bahwa lokasi tersebut memang rawan kecelakaan. Kecelakaan sering terjadi karena kendaraan melaju kencang di jalur lambat, yang merupakan jalan dua arah.
Hery menambahkan bahwa usulan pembuatan polisi tidur diajukan warga sekitar kurang lebih setengah tahun lalu. Tujuannya untuk menekan angka kecelakaan di titik tersebut.
Meskipun usulan bertujuan baik, pelaksanaan yang kurang tepat justru menimbulkan masalah baru. Kejadian ini menunjukkan pentingnya perencanaan dan pengawasan yang cermat dalam membangun infrastruktur jalan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi pengguna jalan.
Ke depan, diharapkan ada kajian yang lebih mendalam dalam menentukan desain dan ukuran polisi tidur agar efektif mengurangi kecepatan kendaraan tanpa menimbulkan kendala bagi pengguna jalan lainnya.
Pemerintah daerah juga perlu lebih responsif terhadap usulan warga dan melibatkan masyarakat dalam perencanaan infrastruktur untuk memastikan hasilnya sesuai kebutuhan dan aman bagi semua.
Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya perencanaan yang matang dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang aman dan efisien.





