Produsen mobil asal Korea Selatan, KG Mobility (KGM), pengembang merek SsangYong, terus memperkuat eksistensinya di pasar Indonesia. KGM telah mengirimkan ribuan unit komponen mobil SsangYong dalam bentuk kit knock-down (KD kit) untuk mendukung produksi mobil Maung oleh PT Pindad.
Kolaborasi ini bukan hanya sebatas pasokan komponen. KGM dan PT Pindad juga berencana mengembangkan kendaraan listrik nasional. Langkah ini menunjukkan komitmen KGM untuk berinvestasi jangka panjang di pasar otomotif Indonesia yang dinamis.
Ribuan Unit SsangYong Dikirim ke Indonesia untuk Mobil Maung
KGM telah mengirimkan lebih dari seribu unit KD kit SsangYong Rexton ke Indonesia pada tahun lalu. Angka ini direncanakan akan meningkat signifikan tahun ini.
Berdasarkan siaran pers resmi KGM, perusahaan menargetkan ekspor sebanyak 3.000 unit KD kit SsangYong ke Indonesia pada tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan KGM terhadap potensi pasar Indonesia.
Komponen SsangYong yang dikirim akan dirakit menjadi mobil Maung di fasilitas PT Pindad. Mobil Maung sendiri dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang digunakan oleh TNI AD.
Ekspansi Pasar Global SsangYong dan Kerjasama Strategis dengan PT Pindad
Keberhasilan KGM memasok kendaraan ke Indonesia bukan tanpa alasan. SsangYong telah memiliki reputasi yang baik di pasar global.
Model Musso Sports dan Rexton telah digunakan sebagai kendaraan dinas di beberapa negara, termasuk Inggris, Bulgaria, dan Peru. KGM melihat Indonesia sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.
Chairman KGM, Kwak Jae-seon, menyatakan komitmen perusahaan untuk memperluas penjualan di Indonesia melalui strategi pemasaran yang efektif dan keunggulan produk SsangYong.
Kemitraan strategis KGM dengan PT Pindad meluas ke pengembangan kendaraan listrik. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat perkembangan industri otomotif listrik di Indonesia.
Pengembangan Bersama Mobil Listrik Nasional dan Bus Listrik Lokal
Kerjasama antara KGM dan PT Pindad ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di markas PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.
KGM akan memberikan dukungan teknis dan rekayasa untuk proyek mobil nasional dan produksi lokal bus listrik. Dukungan ini mencakup aspek penting seperti tinjauan daya jual kendaraan.
Kedua perusahaan berkomitmen untuk bekerja sama secara aktif dalam pengembangan proyek mobil nasional dan bus listrik di Indonesia. Hal ini menunjukan komitmen bersama untuk memajukan industri otomotif dalam negeri.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan produk kendaraan listrik yang berkualitas dan kompetitif di pasar domestik maupun internasional. Kehadiran KGM sebagai mitra strategis PT Pindad diproyeksikan akan memberikan dampak positif bagi perkembangan industri otomotif Indonesia, khususnya di segmen kendaraan listrik.
Dengan pengalaman dan teknologi KGM serta kemampuan manufaktur PT Pindad, kolaborasi ini memiliki potensi besar untuk menciptakan solusi mobilitas yang inovatif dan berkelanjutan bagi Indonesia. Kemitraan ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri.





