PT Pindad, perusahaan pertahanan Indonesia, berkolaborasi dengan KG Mobility (KGM), produsen otomotif asal Korea Selatan, untuk mengembangkan mobil nasional dan bus listrik. Kemitraan strategis ini menandai langkah signifikan dalam upaya Indonesia untuk memajukan industri otomotif dalam negeri.
KGM, sebelumnya dikenal sebagai SsangYong Motor Company, memiliki pengalaman panjang dalam industri otomotif. Kolaborasi ini diharapkan akan menghasilkan kendaraan berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.
Sejarah dan Kiprah KG Mobility
KGM memulai perjalanan panjangnya sejak tahun 1954 sebagai Dong-A Motor.
Pada tahun 1986, perusahaan diakuisisi oleh SsangYong Group dan berganti nama menjadi SsangYong Motor Company, sekaligus menjadikannya merek utama kendaraan yang diproduksi.
Kerja sama strategis dengan Mercedes-Benz pada tahun 1991 memberikan akses teknologi canggih bagi SsangYong.
Kerja sama ini menghasilkan model kendaraan andalan seperti Musso, yang awalnya dipasarkan oleh Mercedes-Benz sebelum akhirnya menjadi produk SsangYong.
Kolaborasi Pindad dan KG Mobility untuk Proyek Mobil Nasional
Kolaborasi antara PT Pindad dan KGM ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Bandung, Jawa Barat.
KGM akan memberikan dukungan teknis dan rekayasa, termasuk aspek desain yang berorientasi pada pasar.
Proyek ini mencakup pengembangan bersama mobil nasional dan produksi lokal bus listrik.
Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi kendaraan listrik di Indonesia.
Potensi Pasar dan Ekspansi KGM di Indonesia
KGM telah mengirimkan ribuan unit SsangYong Rexton ke Indonesia, yang digunakan sebagai basis mobil Pindad Maung.
Pada tahun lalu, KGM mengekspor 1.060 unit SsangYong Rexton ke Indonesia.
Rencana ekspor untuk tahun ini ditargetkan mencapai 3.000 unit.
Selain Pindad, kendaraan SsangYong juga digunakan oleh perusahaan milik negara di Peru.
SsangYong telah memasok kendaraan dinas ke beberapa negara, termasuk Inggris, Bulgaria, dan Peru.
Indonesia, sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, memiliki potensi pertumbuhan yang besar.
KGM optimis dapat memperluas pangsa pasarnya di Indonesia berkat kualitas produk dan strategi pemasaran yang kompetitif.
Ketua KGM, Kwak Jae-seon, menyatakan keyakinan terhadap potensi pasar Indonesia yang menjanjikan.
Ia juga menekankan komitmen KGM untuk memperluas penjualan di pasar Indonesia dengan menawarkan produk dan strategi pemasaran yang inovatif.
Kolaborasi antara Pindad dan KGM menandai babak baru dalam industri otomotif Indonesia. Dengan pengalaman dan teknologi KGM serta kemampuan manufaktur Pindad, kemitraan ini berpotensi besar untuk menghasilkan kendaraan yang berkualitas tinggi dan kompetitif di pasar domestik maupun internasional. Keberhasilan proyek ini dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif dalam negeri dan memperkuat posisi Indonesia di pasar otomotif global.





