Indonesia tengah berlomba dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Target ambisius untuk mencapai produksi jutaan unit per tahun dalam beberapa tahun ke depan telah dicanangkan pemerintah.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, optimistis pasar kendaraan listrik di Indonesia akan mengalami pertumbuhan eksponensial. Proyeksi produksi hingga 2,5 juta unit per tahun pada 2030 menjadi target utama.
Target Produksi Kendaraan Listrik Indonesia di 2030
Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danareksa, mengungkapkan prediksi produksi kendaraan listrik Indonesia mencapai 2,5 juta unit per tahun pada 2030.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif untuk mendukung pencapaian target tersebut. Insentif akan ditingkatkan bagi perusahaan yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi, khususnya untuk baterai dan infrastruktur pengisian daya.
Dukungan Pemerintah dan Investasi Asing
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat. Salah satu strateginya adalah memberikan insentif yang menarik bagi investor.
Kenaikan signifikan pada penjualan kendaraan listrik berbasis baterai pada tahun 2024, mencapai 151,4 persen year-on-year (YoY), menunjukkan potensi pasar yang sangat besar. Pertumbuhan rata-rata YoY dari 2019 hingga 2024 bahkan mencapai angka fantastis, 331 persen.
Sejak tahun lalu hingga saat ini, tujuh produsen kendaraan listrik telah berkomitmen untuk membangun pabrik di Indonesia. Total investasi yang telah ditanamkan mencapai Rp 15,4 triliun, dengan proyeksi produksi gabungan sebanyak 281 ribu unit per tahun.
Produsen-produsen tersebut antara lain BYD, Citroen, Aion, Maxus, Geely, Vinfast, dan VW.
Target Integrasi ke Rantai Nilai Global
Indonesia juga menargetkan agar 36 persen produk kendaraan listriknya terintegrasi ke dalam rantai nilai global pada tahun 2029.
Upaya ini telah dimulai sejak sekarang, dengan harapan dapat meningkatkan daya saing produk kendaraan listrik Indonesia di pasar internasional.
Proses hilirisasi industri kendaraan listrik juga menjadi fokus pemerintah, guna menciptakan nilai tambah yang lebih besar dan mengurangi ketergantungan pada impor komponen.
Keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan industri kendaraan listrik sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah, industri, dan investor. Dengan komitmen dan strategi yang tepat, target produksi jutaan unit kendaraan listrik per tahun bukanlah hal yang mustahil.
Pertumbuhan pesat ini tidak hanya akan mendorong kemajuan sektor otomotif, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan menciptakan lapangan kerja baru.





