UGM Ciptakan Kendaraan Listrik Canggih: Revolusi Mobilitas Bandara

Redaksi

UGM Ciptakan Kendaraan Listrik Canggih: Revolusi Mobilitas Bandara
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Universitas Gadah Mada (UGM) kembali menunjukkan kapabilitasnya di bidang teknologi. Perguruan Tinggi terkemuka di Yogyakarta ini baru saja meluncurkan GATe (Gadjah Mada Airport Transporter Electric), sebuah kendaraan listrik inovatif yang dirancang khusus untuk operasional di lingkungan bandara. Kendaraan ini merupakan hasil riset dan pengembangan yang menjawab kebutuhan akan transportasi ramah lingkungan di area bandara.

Kendaraan listrik ini diproyeksikan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penumpang. GATe akan melayani pengantaran penumpang dari area check-in menuju gerbang keberangkatan, dan sebaliknya, dari gerbang kedatangan menuju area pengambilan bagasi. Penggunaan GATe diharapkan dapat mengurangi polusi udara dan meningkatkan citra bandara yang berkelanjutan.

GATe: Solusi Transportasi Ramah Lingkungan di Bandara

GATe, singkatan dari Gadjah Mada Airport Transporter Electric, merupakan kendaraan listrik yang mampu mengangkut lima penumpang dan satu pengemudi. Kecepatan maksimalnya mencapai 25 km/jam, sangat ideal untuk mobilitas di dalam area bandara. Kendaraan ini ditenagai oleh baterai listrik dengan motor penggerak berkapasitas 4 kW.

Jangkauan operasional GATe mencapai sekitar 50 km dengan sekali pengisian daya. Namun, hal ini dapat ditingkatkan dengan penggunaan baterai berkapasitas lebih besar. Tim pengembang terus melakukan optimasi untuk meningkatkan efisiensi energi dan jangkauan operasional GATe.

Teknologi dan Pengembangan GATe

Pengembangan GATe telah dimulai sejak tahun 2019. Prosesnya melibatkan berbagai tahapan riset dan pengembangan, mulai dari desain, manufaktur, hingga pengujian. Tim peneliti UGM melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk memastikan kendaraan ini memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi.

Ketua tim pengembang, Muh Arif Wibisono, mengungkapkan bahwa GATe telah dipesan dan digunakan oleh beberapa industri dan bandara di Indonesia. Beberapa lokasi yang telah menggunakan GATe antara lain di Sulawesi, Solo, Jakarta (Museum Bahari dan TMII), Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan Bandara Internasional Yogyakarta.

Dampak dan Harapan Pengembangan GATe

Peluncuran GATe bukan hanya sekadar pencapaian riset, tetapi juga bukti nyata komitmen UGM terhadap inovasi teknologi ramah lingkungan. Rektor UGM, Ova Emilia, menekankan komitmen universitas untuk terus mendukung pengembangan teknologi kendaraan listrik di Indonesia.

Keberhasilan UGM dalam mengembangkan GATe memberikan dampak positif yang signifikan, meningkatkan kepercayaan diri Indonesia dalam menciptakan teknologi transportasi masa depan. Inovasi ini selaras dengan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus, sebagai momentum untuk mengingat keberhasilan penerbangan perdana pesawat N-250 Gatotkaca pada tahun 1995. Ke depan, diharapkan GATe dapat diadopsi lebih luas di berbagai bandara dan fasilitas publik di Indonesia, serta menjadi contoh bagi pengembangan teknologi serupa di negara lain. UGM berharap pengembangan ini mampu mendorong terciptanya ekosistem kendaraan listrik yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia. Hal ini tak hanya berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kemandirian teknologi nasional.

Also Read

Tags

Leave a Comment