Tragedi ALS: Rem Blong, Belasan Jiwa Melayang, Kapan Berhenti?

Redaksi

Tragedi ALS: Rem Blong, Belasan Jiwa Melayang, Kapan Berhenti?
Sumber: Detik.com

Kecelakaan maut kembali mencoreng catatan keselamatan transportasi darat di Indonesia. Sebuah bus ALS (Antar Lintas Sumatera) mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di dekat Terminal Bukit Surungan, Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa (6/5/2025) pagi. Insiden ini mengakibatkan duka mendalam bagi banyak keluarga, dengan total 12 penumpang meninggal dunia.

Kecelakaan tersebut menambah panjang daftar insiden serupa yang disebabkan oleh rem blong, mengingatkan kita akan pentingnya pengawasan dan perawatan kendaraan umum.

Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Padang Panjang

Bus ALS bernomor polisi B 7512 FGA, dengan rute Medan-Bekasi, mengalami kecelakaan saat melaju dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang. Menurut Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Jamaluddin, bus tersebut diduga mengalami rem blong di dekat simpang Terminal Busur.

Kehilangan fungsi pengereman mengakibatkan bus terguling, menyebabkan 35 orang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, 12 orang dinyatakan meninggal dunia.

Penyebab Kecelakaan dan Isu Perizinan

Dugaan kuat penyebab kecelakaan adalah rem blong. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengingat tingginya angka kecelakaan bus akibat masalah pengereman serupa. Plt Dirjen Perhubungan Darat, Ahmad Yani, bahkan menyatakan bahwa berdasarkan data Aplikasi Mitra Darat, bus ALS tersebut tidak memiliki izin operasi yang sah.

Masa uji berkala bus tersebut baru akan berakhir pada 14 Mei 2025. Ketiadaan izin operasi menjadi sorotan penting dalam investigasi kecelakaan ini.

Peran Perusahaan Otobus dan Pengawasan Pemerintah

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menyoroti kurang tertibnya administrasi banyak perusahaan otobus di Indonesia. Hal ini seringkali menjadi pemicu kecelakaan maut.

Ia juga mengkritik kecenderungan untuk hanya menyalahkan sopir tanpa menindak tegas perusahaan yang lalai dalam perawatan dan perizinan. Kondisi ini, menurutnya, menyebabkan kejadian serupa terus berulang.

Data KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) menunjukkan bahwa 90% kecelakaan bus dan truk disebabkan oleh masalah pada sistem rem. Perawatan rutin, khususnya pengecekan sistem pengereman, sangat penting untuk mencegah kecelakaan.

Faktor-faktor Penyebab Rem Blong

Rem blong dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Tekanan udara dalam sistem rem yang habis, kampas rem atau sepatu rem yang aus, diameter dalam tromol yang melebihi batas maksimal, penyumbatan, dan kebocoran pada selang angin pada sistem rem, semuanya dapat mengakibatkan rem blong.

Kondisi rem yang tidak prima menyebabkan kendaraan sulit dihentikan, dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal di jalan raya.

Langkah-langkah Pencegahan Kecelakaan Bus

  • Perusahaan otobus harus memastikan bahwa seluruh armada mereka memiliki izin operasi yang lengkap dan selalu terbarui.
  • Perawatan kendaraan secara berkala dan menyeluruh, termasuk pengecekan sistem pengereman secara rutin, wajib dilakukan.
  • Pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap perusahaan otobus dan menindak tegas pelanggaran aturan, termasuk terkait perizinan dan perawatan kendaraan.
  • Peningkatan kesadaran dan pelatihan bagi pengemudi tentang pentingnya perawatan kendaraan dan prosedur keselamatan berkendara juga sangat penting.

Kecelakaan bus ALS di Padang Panjang menjadi pengingat penting akan perlunya komitmen bersama dari seluruh pihak terkait untuk meningkatkan keselamatan transportasi di Indonesia. Perhatian serius terhadap perawatan kendaraan, pengawasan perizinan, dan penegakan hukum merupakan kunci untuk mencegah tragedi serupa terulang.

Perlu adanya peningkatan standar keamanan dan pengawasan yang lebih ketat agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan menelan korban jiwa.

Also Read

Tags

Leave a Comment