Ancaman Ormas: Pabrik BYD-VinFast Terancam, Bahaya Bagi RI?

Redaksi

Ancaman Ormas: Pabrik BYD-VinFast Terancam, Bahaya Bagi RI?
Sumber: Detik.com

Premanisme yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia menimbulkan kekhawatiran serius terhadap iklim investasi. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mengungkapkan bahwa tindakan premanisme ini dapat membuat investor asing menjauh dan memilih negara lain sebagai tujuan investasi.

Kejadian ini bukan hanya isu lokal, melainkan berpotensi merusak citra Indonesia di mata dunia. Reputasi Indonesia sebagai negara yang ramah investasi bisa tercoreng, terutama di sektor strategis seperti industri kendaraan listrik.

Ancaman Premanisme terhadap Investasi Asing

Wakil Ketua Umum KADIN bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menyatakan bahwa premanisme mengganggu iklim investasi. Contohnya, insiden yang terjadi di pabrik mobil listrik China di Subang, Jawa Barat, dapat sampai ke kantor pusat di China dan memberikan kesan negatif terhadap calon investor lainnya.

Sarman menambahkan, negara pesaing seperti Vietnam gencar menawarkan insentif menarik bagi investor, termasuk penyediaan lahan dan kemudahan perizinan. Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia dalam menarik investasi asing.

Kasus Premanisme di Pabrik Kendaraan Listrik

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengungkapkan adanya gangguan premanisme selama pembangunan pabrik mobil listrik PT Build Your Dream (BYD) di Subang. Gangguan ini terjadi bahkan sebelum pabrik tersebut beroperasi secara penuh.

Tidak hanya BYD, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, juga menyebutkan adanya gangguan serupa terhadap pabrik VinFast, pabrikan asal Vietnam.

Gangguan-gangguan ini terjadi pada tahap pembangunan pabrik, saat proses pengangkutan material dan alat-alat konstruksi. Hal ini menunjukkan bahwa premanisme menjadi penghambat bagi perkembangan industri di Indonesia.

Dampak Negatif dan Solusi yang Diperlukan

Pengamat otomotif dan akademisi ITB, Yannes Pasaribu, menekankan pentingnya investasi BYD bagi perkembangan industri otomotif dan ekonomi Indonesia di sektor kendaraan listrik (EV).

Insiden premanisme ini berpotensi mempengaruhi persepsi internasional tentang kemampuan Indonesia dalam menarik investasi asing dan menciptakan keraguan bagi investor lain. Reputasi Indonesia sebagai negara yang ramah investasi dan memiliki penegakan hukum yang kuat menjadi taruhannya.

Pemerintah perlu bertindak tegas untuk menertibkan tindakan premanisme dari ormas-ormas tersebut. Penegakan hukum yang tidak tebang pilih sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Indonesia memiliki keunggulan populasi yang besar, namun jika masalah non-teknis seperti premanisme tidak ditangani, investor mungkin akan memilih negara lain yang lebih aman dan terjamin. Ini akan merugikan perekonomian Indonesia di masa mendatang.

Perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha untuk mencegah dan menindak tegas aksi premanisme. Dengan demikian, Indonesia dapat menjaga reputasi dan daya tariknya sebagai tujuan investasi yang aman dan menguntungkan.

Solusi jangka panjang meliputi reformasi hukum yang lebih efektif, peningkatan pengawasan, serta kerjasama yang lebih erat antara berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif dan bebas dari ancaman premanisme. Hanya dengan demikian, Indonesia dapat bersaing secara efektif dengan negara-negara lain dalam menarik investasi asing dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Also Read

Tags

Leave a Comment