Sebuah insiden road rage di Banjarnegara, Jawa Tengah, viral di media sosial. Video berdurasi singkat menampilkan sebuah mobil pikap ringsek di bagian depan, dengan seorang pengendara motor gede tampak marah kepada sopir pikap tersebut. Kejadian ini menyoroti bahaya perilaku impulsif di jalan raya dan dampaknya yang merugikan banyak pihak.
Insiden yang terjadi Sabtu (3/5) sore di depan Pasar Ikan Purwanegara ini melibatkan satu mobil pikap dan dua motor gede yang sedang konvoi. Polisi telah mengkonfirmasi kejadian tersebut dan tengah menyelidiki kronologi lengkapnya.
Kronologi Kecelakaan di Depan Pasar Ikan Purwanegara
Kecelakaan bermula ketika mobil pikap melaju dari arah timur menuju barat. Dari arah berlawanan, rombongan motor gede sedang melakukan konvoi.
Menurut keterangan polisi, salah satu motor gede dari rombongan tersebut menyenggol mobil pikap. Motor gede di belakangnya tidak sempat menghindar dan turut terlibat kecelakaan.
Akibat insiden ini, dua pengendara motor gede mengalami luka-luka. Satu korban dirawat di rumah sakit di Yogyakarta dan telah sembuh, sementara satu korban lainnya masih dirawat di Jakarta karena mengalami patah tulang kaki.
Bahaya Road Rage dan Pengendalian Emosi
Pakar keselamatan berkendara, Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), menjelaskan bahwa road rage merupakan perilaku impulsif yang dipicu oleh berbagai faktor.
Stres pekerjaan, kemacetan, atau perilaku pengguna jalan lain dapat memicu perilaku impulsif ini. Kondisi jalan raya yang kerap menegangkan dapat memperparah situasi.
Praktisi keselamatan berkendara lainnya, Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia, menambahkan bahwa road rage terus terjadi karena ketidakmampuan sebagian pengendara dalam mengelola emosi dan ego mereka.
Ketidakmampuan mengendalikan emosi di jalan raya berpotensi menimbulkan kecelakaan dan kerugian bagi banyak pihak. Hal ini menekankan pentingnya pengendalian diri dan kesabaran saat berkendara.
Imbauan Keselamatan Berkendara
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara dan etika di jalan raya. Selalu utamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
Berkendara dengan tenang dan sabar, hindari tindakan impulsif, serta patuhi peraturan lalu lintas untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
Penting pula untuk selalu waspada terhadap kendaraan lain di sekitar dan menjaga jarak aman untuk menghindari insiden serupa.
Masyarakat diimbau untuk senantiasa mengedepankan sikap saling menghargai dan toleransi di jalan raya demi menciptakan lingkungan berkendara yang aman dan nyaman.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu mengedepankan keselamatan dan etika berlalu lintas. Dengan demikian, kita dapat menciptakan jalan raya yang lebih aman dan tertib.





