MPMX Raup Untung Besar! Bagi Deviden Rp525,6 Miliar dari Bisnis Otomotif

Redaksi

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer otomotif dan penyedia jasa transportasi, membagikan dividen sebesar Rp525,6 miliar. Pembagian dividen ini merupakan refleksi dari kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2024, di tengah tantangan ekonomi makro dan dinamika industri otomotif. Keputusan ini juga menunjukkan komitmen MPMX dalam memberikan nilai berkelanjutan kepada para pemegang saham.

MPMX mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada tahun 2024. Keberhasilan ini menjadi bukti ketangguhan perusahaan dalam menghadapi situasi ekonomi yang penuh tantangan.

Kinerja Keuangan MPMX di Tahun 2024: Pertumbuhan yang Solid di Tengah Tantangan

Pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024, MPMX berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp15,8 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,8 persen (year on year/YoY) dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih yang diraih juga sangat menggembirakan. MPMX mencapai laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp582 miliar, melampaui target awal tahun sebesar 109 persen.

Dividen final yang dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp120 per saham. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp525.578.842.920. Ini setara dengan dividend yield 11 persen berdasarkan harga saham pada penutupan Senin, 26 Mei.

Strategi MPMX untuk Mempertahankan Momentum Pertumbuhan

MPMX berencana untuk fokus pada penguatan fundamental bisnis. Prioritas utama adalah mempertahankan momentum pertumbuhan yang telah diraih.

Perusahaan juga berkomitmen untuk memberikan imbal hasil yang optimal kepada para pemegang saham. Hal ini sejalan dengan visi MPMX untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Untuk semester kedua tahun 2025, MPMX akan fokus pada stabilitas bisnis. Tantangan ekonomi makro selama kuartal I 2025 akan menjadi fokus utama.

Analisis Kinerja MPMX di Kuartal I 2025: Tantangan dan Peluang

Kuartal I 2025 dihadapkan pada beberapa tantangan eksternal. Penurunan kinerja pasar sepeda motor nasional berdampak pada segmen distribusi.

Segmen asuransi juga terpengaruh. Penurunan kontribusi dari produk kendaraan bermotor turut memengaruhi kinerja.

Di segmen transportasi, penurunan terjadi akibat penghentian kontrak dan proyek yang selesai. Penurunan margin penjualan mobil bekas juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Meskipun menghadapi tantangan, beberapa segmen bisnis MPMX menunjukkan pertumbuhan positif. Segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua tumbuh 3 persen YoY, didorong oleh penjualan sepeda motor dan segmen purnajual.

MPMMotor tumbuh 7 persen YoY. Hal ini didorong oleh volume penjualan yang stabil dan kenaikan harga jual rata-rata.

Pendapatan distributor di segmen purnajual meningkat 3 persen YoY. Pendapatan ritel tumbuh lebih signifikan, yaitu 34 persen YoY. Peningkatan ini didorong oleh penjualan suku cadang dan layanan servis.

MPMInsurance mengalami penurunan pendapatan premi bersih sebesar 6 persen YoY. Penurunan ini disebabkan oleh kinerja leasing untuk produk kendaraan bermotor yang lebih lemah.

MPMRent mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5 persen YoY. Peningkatan ini didorong oleh penjualan mobil bekas melalui AUKSI yang meningkat 11 persen YoY, terutama dari kendaraan komersial. Namun, margin tercatat lebih rendah 11 persen YoY.

Pendapatan dari sewa kendaraan dan pengemudi mengalami penurunan tipis, yaitu 0,1 persen YoY. Hal ini dipengaruhi oleh efisiensi biaya di beberapa sektor industri.

Meskipun menghadapi sejumlah tantangan, MPMX tetap optimis. Langkah-langkah strategis yang terus dilakukan akan membantu perusahaan menghadapi tantangan pasar di kuartal-kuartal berikutnya. Komitmen MPMX dalam menjaga stabilitas bisnis dan memberikan imbal hasil yang optimal akan menjadi kunci keberhasilan di masa depan. Keberhasilan MPMX dalam menavigasi tantangan ekonomi dan industri otomotif menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dan tumbuh.

Also Read

Tags

Leave a Comment