Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menjadi bintang tamu spesial di MasterChef Indonesia (MCI) Season 12. Kehadirannya sebagai juri tamu di acara akhir pekan lalu memberikan inspirasi bagi generasi muda. Irene dikenal luas sebagai tokoh kunci di dunia investasi dan kuliner nusantara modern, serta penggerak industri gaming Indonesia. Latar belakangnya yang kuat di bidang keuangan global membuatnya menjadi sosok inspiratif yang mampu sukses di berbagai bidang.
Wamen Irene Umar di MasterChef Indonesia: Tantangan “This or That”
Acara MCI Season 12 menampilkan segmen “This or That” yang unik. Wamen Irene Umar ditantang memilih satu dari dua pilihan dalam berbagai pertanyaan seputar makanan. Jawaban-jawabannya yang diunggah di Instagram @masterchefina dan @irene.umar pada 4 Mei 2025, menarik perhatian publik.
Pertanyaan pertama mengenai preferensi bubur ayam; diaduk atau tidak diaduk. Dengan cepat dan percaya diri, Wamen Irene memilih bubur ayam diaduk.
Pertanyaan selanjutnya tentang cara makan nasi Padang; pakai tangan atau sendok. Menariknya, Wamen Irene memilih untuk makan nasi Padang dengan sendok.
Pilihan antara telur ceplok dan telur dadar juga dipertanyakan. Wamen Irene lebih menyukai telur dadar.
Pilihan antara makan di warung tenda atau restoran pun diajukan. Menunjukkan sisi merakyatnya, Wamen Irene lebih memilih makan di warung tenda.
Ia juga memilih mie goreng (tanpa telur) daripada mie rebus, mi ayam dibandingkan spaghetti, dan sate maranggi daripada steak.
Harapan Irene Umar untuk Kekayaan Intelektual Indonesia
Selain kecintaannya pada kuliner merakyat, Wamen Irene Umar juga membahas pentingnya kekayaan intelektual (KI) Indonesia. Ia mencontohkan kesuksesan karakter Pikachu dalam mempromosikan budaya Jepang, khususnya batik.
Wamen Irene Umar menekankan dampak besar kolaborasi Pokemon dengan batik Indonesia. Banyak turis Jepang datang ke Indonesia untuk mencari batik bertema Pikachu.
Ia menilai karakter visual yang dirancang untuk tujuan komersial, seperti Pikachu, dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi kreatif Indonesia.
Wamen Irene Umar berharap IP karakter Indonesia bisa meniru kesuksesan Pokemon. Ia mencontohkan karakter Tahi Lalat sebagai potensi karakter lokal yang menarik.
Ia juga mencatat perkembangan perusahaan Indonesia, seperti Garuda Indonesia, yang mulai berekspansi ke bidang IP karakter dengan kolaborasi bersama Pokemon.
Pentingnya Menghargai Produk Digital dan Non-Digital
Wamen Irene Umar mendorong penghargaan terhadap produk digital dan non-digital Indonesia. Ia menekankan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Wamen Irene Umar melihat merchandise sebagai bagian penting dari IP karakter. Ia menekankan pentingnya keseriusan dalam pembuatan merchandise.
Ia juga menyoroti kebutuhan pembimbingan bagi para pelaku kreatif agar dapat meningkatkan kualitas produk mereka.
Kementerian Ekonomi Kreatif, menurutnya, perlu memiliki basis data yang komprehensif untuk para pembuat merchandise. Hal ini untuk mendorong visibilitas dan akselerasi ekonomi.
Kolaborasi PSSI dengan Pokemon Company untuk membuat merchandise timnas dengan gambar Pikachu juga disebut sebagai contoh pengakuan internasional yang baik.
Kehadiran Wamen Irene Umar di MasterChef Indonesia tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan inspiratif mengenai pentingnya keberagaman, kerja keras, dan apresiasi terhadap budaya dan kekayaan intelektual Indonesia. Kesederhanaan dan pandangannya yang luas tentang ekonomi kreatif menunjukkan potensi besar Indonesia di kancah internasional.





