Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah mengunggah foto dirinya yang diedit secara digital, berpakaian layaknya seorang Paus. Foto tersebut dibagikan melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Jumat (2/5) waktu setempat.
Foto yang tampaknya dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) ini menampilkan Trump mengenakan jubah putih kepausan, kalung salib emas, dan topi khas pemimpin umat Katolik. Ia terlihat menunjuk ke langit dengan jari telunjuk kanannya.
Trump Bercanda Ingin Menjadi Paus
Unggahan foto tersebut muncul setelah Trump sebelumnya melontarkan candaan kepada para wartawan. Ia menyatakan keinginannya untuk menjadi Paus berikutnya, beberapa hari sebelum para kardinal memulai konklaf pemilihan pengganti Paus Fransiskus.
Ketika ditanya mengenai siapa yang ia inginkan untuk menggantikan Paus Fransiskus, Trump secara mengejutkan menjawab, “Saya ingin menjadi paus, itu akan menjadi pilihan nomor satu saya.”
Reaksi Trump Terhadap Pemilihan Paus Baru
Meski menyatakan keinginannya menjadi Paus, Trump mengaku tidak memiliki preferensi khusus untuk pengganti Paus Fransiskus. Ia hanya menyebutkan seorang kardinal di New York yang menurutnya “sangat baik”.
Kardinal yang dimaksud diduga adalah Uskup Agung New York, Timothy Dolan, seorang tokoh konservatif yang dikenal menentang aborsi.
Kehadiran Trump di pemakaman Paus Fransiskus pekan lalu menjadi perjalanan luar negerinya yang pertama sejak kembali ke pemerintahan.
Konteks Politik dan Agama di Amerika Serikat
Sekitar 20% penduduk Amerika Serikat menganut agama Katolik. Pada November lalu, jajak pendapat menunjukkan sekitar 60% dari mereka memberikan suara mendukung Trump.
Hubungan Trump dengan Paus Fransiskus selama ini cukup rumit. Paus Fransiskus, sebagai salah satu tokoh agama paling berpengaruh di dunia, tercatat beberapa kali mengkritik Trump.
Salah satu kritik paling tajam disampaikan pada tahun 2016, saat Trump mencalonkan diri sebagai presiden dan berjanji membangun tembok perbatasan dengan Meksiko. Paus Fransiskus kala itu menyatakan, “Siapa pun, siapa pun dia, yang hanya ingin membangun tembok dan bukan jembatan, bukanlah seorang Kristen.”
Konklaf pemilihan Paus baru akan digelar pada 7 Mei di Kapel Sistina, Vatikan.
Foto Trump berpakaian Paus ini menimbulkan beragam reaksi dan spekulasi, baik dari kalangan pendukung maupun penentangnya. Aksi ini semakin memperkuat citra Trump yang kontroversial dan kerap memicu perdebatan publik.
Kehadiran Trump di pemakaman Paus Fransiskus dan unggahan fotonya yang mengejutkan ini menunjukkan perpaduan unik antara politik dan agama di Amerika Serikat, yang seringkali menjadi arena pertarungan ideologi dan pengaruh.
Peristiwa ini tentunya akan terus dibahas dan dianalisa lebih lanjut oleh para ahli politik dan agama untuk memahami implikasinya terhadap lanskap politik dan sosial Amerika Serikat ke depan.





