Tragedi Kapal Wisata Bengkulu: Audit Total Operator Diperlukan

Redaksi

Tragedi Kapal Wisata Bengkulu: Audit Total Operator Diperlukan
Sumber: Liputan6.com

Tragedi kecelakaan kapal wisata di perairan Bengkulu pada Minggu, 11 Mei 2025, telah menorehkan duka mendalam bagi seluruh Indonesia. Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Wardhana, menyampaikan belasungkawa terdalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Insiden ini menelan tujuh korban jiwa dari total 104 penumpang dan awak kapal “Tiga Putra”.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Pantai Berkas, Bengkulu, akibat badai yang menerjang kapal wisata Pulau Tikus. Selain tujuh korban jiwa, puluhan lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.

Duka Mendalam dan Seruan Keselamatan

Menpar Widiyanti Wardhana menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini. Beliau menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap mereka diberikan kekuatan.

Menpar menekankan pentingnya prioritas keselamatan dalam setiap kegiatan wisata. Kemenpar menegaskan bahwa keselamatan pengunjung adalah hal yang mutlak dan tidak bisa dinegosiasikan.

Seluruh pelaku wisata diminta untuk selalu mematuhi standar keselamatan yang ketat. Hal ini termasuk tidak melebihi kapasitas penumpang yang telah ditentukan untuk setiap kapal wisata.

Pengawasan dan pemantauan berkala terhadap kapal wisata harus menjadi prioritas semua pihak terkait. Baik pemerintah daerah maupun pelaku wisata harus bertanggung jawab atas keselamatan pengunjung.

Audit Komprehensif Operator Kapal Wisata

Menpar Widiyanti juga meminta audit komprehensif dilakukan terhadap semua operator kapal wisata di Bengkulu. Audit ini bertujuan untuk memastikan kelayakan dan kesiapan kapal dalam menghadapi kondisi cuaca buruk.

Audit tersebut mencakup pemeriksaan kelayakan teknis kapal, kelengkapan alat keselamatan, dan sertifikasi kompetensi awak kapal. Hal ini untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP) keselamatan pelayaran.

Sistem peringatan dini cuaca buruk juga perlu diperhatikan di seluruh destinasi wisata. Data peringatan dini dari BMKG dapat membantu wisatawan dan operator wisata mengambil langkah preventif.

Kronologi Kecelakaan dan Pendataan Korban

Kapal wisata “Tiga Putra” mengalami mati mesin di perairan Laut Malabero saat dalam perjalanan pulang dari Pulau Tikus. Kondisi ini kemudian diperparah oleh gelombang tinggi yang menyebabkan kapal bocor dan akhirnya tenggelam.

Identitas tujuh korban meninggal dunia telah dirilis, meliputi warga dari berbagai daerah di Sumatera Selatan dan Bengkulu. Polresta Bengkulu terus melakukan pendataan korban untuk memastikan data yang akurat dan lengkap.

Proses evakuasi dan perawatan korban dibantu oleh berbagai pihak, termasuk Basarnas, BPBD, TNI, Polri, nelayan, dan masyarakat. Kemenpar mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan tersebut.

Kemenpar juga akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di sektor pariwisata. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, menyebutkan bahwa pendataan korban masih terus dilakukan. Beberapa korban berasal dari berbagai daerah, sehingga diperlukan pengecekan data lebih lanjut untuk memastikan tidak ada yang terlewat.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan pengawasan yang ketat di sektor pariwisata. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan standar keselamatan dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi duka cita ini.

Also Read

Tags

Leave a Comment