Tragedi Gaza: Serangan Israel Tewaskan 11, Termasuk Bayi

Redaksi

Tragedi Gaza: Serangan Israel Tewaskan 11, Termasuk Bayi
Sumber: Detik.com

Serangan udara Israel di Gaza kembali menelan korban jiwa. Pada Sabtu, 3 Mei 2025, sedikitnya 11 warga Palestina tewas akibat serangan yang menghantam sebuah rumah keluarga di kamp pengungsi Khan Yunis, Gaza selatan. Tragedi ini menyisakan duka mendalam, terutama dengan adanya korban jiwa anak-anak.

Kejadian ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Serangan tersebut terjadi di tengah blokade ketat yang diberlakukan Israel terhadap Gaza, memicu kekhawatiran akan semakin memburuknya krisis kemanusiaan.

Serangan Udara di Kamp Pengungsi Khan Yunis

Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, melaporkan bahwa serangan terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Sebanyak 11 orang tewas, termasuk tiga bayi.

Delapan korban tewas telah berhasil diidentifikasi dan berasal dari satu keluarga besar. Di antara korban terdapat seorang anak laki-laki dan perempuan, masing-masing berusia satu tahun, serta seorang bayi berusia satu bulan.

Pihak militer Israel hingga saat ini belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut.

Eskalasi Konflik dan Blokade Gaza

Serangan militer Israel di Gaza kembali dilancarkan pada 18 Maret 2025, setelah gencatan senjata selama dua bulan. Gencatan senjata tersebut berakhir pasca serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Blokade total yang diberlakukan Israel terhadap Gaza sejak 2 Maret 2025 semakin memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut. Israel menghentikan pengiriman bantuan dengan alasan Hamas mengalihkan pasokan tersebut.

Israel mengklaim blokade bertujuan untuk menekan militan agar membebaskan sandera yang masih ditahan. Namun, langkah ini dikecam oleh berbagai pihak internasional.

Reaksi Internasional dan Krisis Kemanusiaan

Pada hari Jumat, 2 Mei 2025, badan pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 42 warga Palestina tewas akibat serangan Israel. Angka korban jiwa terus meningkat.

Organisasi PBB telah mendesak Israel untuk mencabut blokade tersebut. Mereka memperingatkan akan terjadinya bencana kemanusiaan dan potensi kelaparan massal di Gaza.

Kondisi di Gaza semakin mengkhawatirkan. Jumlah korban jiwa yang terus bertambah dan blokade yang ketat menciptakan krisis kemanusiaan yang mendesak perlu mendapat perhatian dunia.

Kejadian ini sekali lagi menyoroti kompleksitas dan keparahan konflik Israel-Palestina. Perlu upaya intensif dari komunitas internasional untuk mencari solusi damai dan memastikan perlindungan warga sipil di Gaza. Upaya kemanusiaan untuk meringankan penderitaan warga Palestina juga harus ditingkatkan.

Also Read

Tags

Leave a Comment