Sungai Cirarab Kotor Bau? Andra Soni Minta DLHK Bertindak Cepat

Redaksi

Sungai Cirarab Kotor Bau? Andra Soni Minta DLHK Bertindak Cepat
Sumber: Detik.com

Sungai Cirarab di Banten tercemar dan menimbulkan bau menyengat. Gubernur Banten, Andra Soni, telah menerima laporan tersebut dan langsung memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten untuk melakukan investigasi.

Dugaan sementara, pencemaran berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang yang masih menggunakan sistem pembuangan terbuka atau open dumping. Sistem ini terbukti menimbulkan masalah lingkungan yang serius.

Penutupan TPA Jatiwaringin dan Langkah Pemerintah

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah mengambil tindakan tegas dengan menutup permanen TPA Jatiwaringin. Penutupan ini dilakukan karena TPA tersebut telah menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius, termasuk kebakaran.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan penutupan dilakukan secara total dan permanen. Pemerintah juga memberikan sanksi kepada pengelola TPA dan meminta mereka menyiapkan langkah perbaikan dalam waktu enam bulan.

Investigasi DLHK Banten dan Dampak Pencemaran

Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan telah meminta DLHK Provinsi Banten untuk segera menyelidiki pencemaran Sungai Cirarab. Belum ada detail lebih lanjut mengenai hasil investigasi dan rencana tindak lanjut yang akan diambil pemerintah provinsi.

Pencemaran Sungai Cirarab menimbulkan bau tidak sedap dan berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan pengawasan yang ketat terhadap TPA.

Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang

KLH juga akan memanggil Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran lingkungan di TPA Jatiwaringin.

Pejabat yang akan dipanggil antara lain Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Fachrul Rozi, dan pengelola TPA Jatiwaringin. Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban atas pencemaran yang terjadi.

Kasus pencemaran Sungai Cirarab ini menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pengawasan yang ketat dari pemerintah pusat dan daerah serta kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Kejadian ini juga menekankan perlunya transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan, meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Tindakan tegas dari pemerintah pusat dan daerah menjadi contoh penting dalam menangani masalah lingkungan. Semoga kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain dalam mengelola TPA dan mencegah pencemaran lingkungan.

Also Read

Tags

Leave a Comment