Sosro Slawi: Kesetiaan, Warga Lokal, Bukan Mesin Otomatis

Redaksi

Sosro Slawi: Kesetiaan, Warga Lokal, Bukan Mesin Otomatis
Sumber: Liputan6.com

Di tengah kemajuan teknologi dan otomatisasi pabrik modern, PT Sinar Sosro Gunung Slamat (SGS) di Slawi, Jawa Tengah, memilih pendekatan yang berbeda. Pabrik penghasil teh seduh dan teh celup ini mempertahankan praktik manual untuk proses pembungkusan salah satu produk andalannya.

Meskipun mesin bisa meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi, SGS justru mempercayakan pekerjaan ini kepada tenaga kerja manusia, khususnya para perempuan di sekitar pabrik. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan yang unik dan berfokus pada aspek sosial kemasyarakatan.

Alasan di Balik Keputusan Mempertahankan Tenaga Manusia

Direktur Marketing Ready To Serve PT Sinar Sosro Gunung Slamat, Yolanda Effendi, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Perusahaan ingin tetap memberdayakan warga lokal yang telah lama menjadi bagian dari SGS.

Kebijakan ini bukan sekadar strategi bisnis, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial. SGS berkomitmen untuk melibatkan komunitas sekitar dalam keberhasilan perusahaan.

Sebagian besar pekerja pembungkus teh adalah ibu rumah tangga. Jadwal kerja yang fleksibel memungkinkan mereka bekerja sambil tetap mengurus keluarga.

Mereka bekerja dari pagi hingga sekitar pukul 12 atau 1 siang. Ini memberikan keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab domestik.

Kunjungan ke Pabrik Teh Sosro

Pabrik teh Sosro di Slawi terbuka untuk kunjungan, terutama bagi rombongan atau komunitas. Penting untuk mengajukan izin terlebih dahulu untuk mengatur jadwal kunjungan.

Kunjungan dapat dilakukan dari Senin hingga Kamis, paling lambat pukul 12 siang. Pengunjung akan didampingi oleh pemandu.

Ada area tertentu yang tidak diperbolehkan untuk difoto. Pengunjung juga harus mengikuti peraturan yang berlaku untuk menjaga konsentrasi karyawan yang sedang bekerja.

Sejarah dan Perkembangan PT Sinar Sosro Gunung Slamat

PT Sinar Sosro Gunung Slamat berdiri sejak 1940, didirikan oleh (alm) Soegiharto Sosrodjojo. Awalnya, perusahaan memproduksi teh wangi seduh dengan merek Teh Cap Botol.

Teh Cap Botol menjadi produk unggulan dan pelopor teh dalam botol dengan merek Teh Botol Sosro. Perusahaan juga menghadapi tantangan, seperti kebakaran besar pada tahun 1953.

Namun, musibah tersebut tidak menyurutkan semangat Soegiharto. Permintaan pasar yang tinggi mendorong penggunaan mesin dalam pengolahan teh.

Penggunaan mesin modern diperlukan karena kapasitas produksi tradisional sudah tidak mencukupi. Perusahaan kemudian memfokuskan penjualan Teh Cap Botol ke Jakarta.

Istri Soegiharto, Soegiharti Widjaja, juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan Yayasan Keluarga Sejahtera Manunggal, yang menaungi Sekolah Luar Biasa Manunggal Slawi dan panti asuhan.

Inovasi terus dilakukan, menghasilkan produk-produk baru seperti Teh Botol Sosro dan Teh Cap Poci. Komitmen terhadap kualitas terjaga dari hulu hingga hilir.

PT SGS memiliki tujuh kebun teh di Jawa Barat dan bermitra dengan petani melati di Jawa Tengah. Pabrik di Slawi bersertifikasi ISO 22000 dan CPPOB.

Semua produk teh SGS telah tersertifikasi Halal dan mendapat izin edar dari BPOM RI. Hal ini menjamin keamanan dan kualitas produk untuk konsumen.

Kisah PT Sinar Sosro Gunung Slamat bukan hanya tentang produksi teh berkualitas, tetapi juga tentang keberlanjutan bisnis yang berkelanjutan dan berwawasan sosial. Komitmen mereka dalam memberdayakan masyarakat sekitar menjadi contoh inspiratif bagi perusahaan lain.

Also Read

Tags

Leave a Comment