Skandal Son Heung Min: Wanita Hamil Palsu Ditangkap, Pacar Baru?

Redaksi

Kasus pemerasan yang melibatkan pesepakbola terkenal Son Heung-min terus menjadi sorotan media. Awalnya dilaporkan sebagai kasus seorang wanita yang mengaku hamil anak Son Heung-min dan meminta sejumlah uang. Namun, investigasi polisi mengungkap fakta yang jauh lebih kompleks dan mengejutkan.

Agensi Son Heung-min, Son & Football Limited, melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Penyelidikan selanjutnya mengungkap keterlibatan dua orang, yaitu wanita yang mengaku hamil, Yang (20-an), dan seorang pria bernama Yoon (40-an).

Wanita Mengaku Hamil dan Perjanjian Kerahasiaan

Wanita bernama Yang diketahui pernah menjalin hubungan dengan Son Heung-min. Pada Juni 2024, ia menghubungi agensi Son Heung-min, mengklaim hamil dan menunjukkan foto USG.

Khawatir akan dampak negatif terhadap karier Son Heung-min, agensi kemudian meminta Yang untuk merahasiakan kehamilannya. Sebagai imbalan, Yang menerima 300 juta won (sekitar Rp 3,5 miliar) dan menandatangani surat perjanjian kerahasiaan.

Upaya Pemerasan Kedua dan Tindakan Hukum

Situasi berubah ketika Yang mengakhiri kontak dengan Son Heung-min dan menjalin hubungan baru dengan Yoon. Yoon kemudian mengetahui hubungan masa lalu Yang dan Son Heung-min.

Pada Maret 2025, Yoon mencoba memeras Son Heung-min dengan ancaman menyebarkan kabar kehamilan Yang. Ia meminta 70 juta won (sekitar Rp 825 juta). Manajer Son Heung-min yang menerima ancaman tersebut akhirnya melaporkan hal ini kepada sang pesepakbola.

Son Heung-min kemudian menginstruksikan agensinya untuk mengambil tindakan hukum. Tidak ada uang yang diberikan kepada Yoon. Fakta menariknya, Yoon diketahui memiliki catatan kriminal dan pernah melakukan pemerasan sebelumnya.

Penangkapan dan Persidangan

Polisi menyelidiki kasus ini dan mengkonfirmasi bahwa Yang memang memberikan hasil USG asli kepada Son Heung-min serta telah melakukan aborsi. Namun, kebenaran mengenai status ayah biologis bayi tersebut masih belum dapat dipastikan.

Yoon dan Yang kemudian ditangkap dan dihadirkan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada 17 Mei 2025. Keduanya menggunakan topeng untuk menutupi identitas mereka.

Hakim Yoon Won Mook menyetujui surat perintah penangkapan mereka karena dikhawatirkan akan merusak bukti dan melarikan diri. Selama pemeriksaan, Yang diam ketika ditanya mengenai pengakuannya, hanya menggelengkan kepala ketika ditanya soal konspirasi dengan Yoon.

Sementara itu, Yoon menunjukkan penyesalan dan meminta maaf kepada Son Heung-min.

Laporan terbaru menyebutkan Yoon juga mencoba memeras sejumlah wartawan dengan menawarkan informasi tentang kasus ini. Ia mengirimkan email pada Jumat, 25 Mei 2025 dengan menjanjikan informasi tersebut sebagai imbalan atas bayaran dan jaminan anonimitas.

Kasus ini menyoroti betapa rumit dan berlapisnya masalah yang melibatkan figur publik. Di balik sorotan kemewahan dan popularitas, terdapat sisi kehidupan pribadi yang rentan terhadap eksploitasi dan ancaman. Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat mengungkap seluruh kebenaran dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan privasi dan tata kelola informasi yang bertanggung jawab, baik bagi figur publik maupun masyarakat umum. Semoga kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Also Read

Tags

Leave a Comment