Pemain asing Tangerang Hawks, Jarred Dwayne Shaw, terjerat kasus narkoba dan menerima hukuman berat dari pihak berwenang. Penangkapannya berdampak signifikan pada kariernya di dunia basket Indonesia.
PP Perbasi dan IBL menjatuhkan sanksi tegas berupa blacklist kepada Shaw, melarang dia bermain di IBL selamanya. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan lingkungan basket yang bersih dari narkoba.
Penangkapan dan Proses Hukum Jarred Dwayne Shaw
Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap Jarred Dwayne Shaw pada Rabu, 14 Mei 2024.
Ia kedapatan menerima paket berisi narkotika jenis Delta 9 THC (tetrahydrocannabinol).
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Ronald FC Sipayung, mengkonfirmasi penangkapan tersebut kepada wartawan.
Kasus ini kemudian diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sikap Tegas PP Perbasi dan IBL
Ketua Umum PP Perbasi, Budisatrio Djiwandono, menyatakan tidak mentolerir penggunaan narkoba dalam dunia basket Indonesia.
Perbasi menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penegak hukum.
IBL, sebagai penyelenggara liga, sepakat dengan sikap Perbasi.
Mereka menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terlibat dalam penggunaan narkoba.
Sanksi tersebut termasuk blacklist dan larangan beraktivitas di lingkungan IBL.
Dampak Blacklist Terhadap Karier Shaw dan Pencegahan Penggunaan Narkoba di IBL
Keputusan blacklist terhadap Jarred Dwayne Shaw berdampak besar pada kariernya di IBL.
Pasal 8 dalam standar kontrak pemain IBL melarang penggunaan narkoba.
Pelanggaran tersebut akan berakibat fatal bagi karier pemain di liga.
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menekankan komitmen IBL dan Perbasi untuk menciptakan lingkungan bersih dari narkoba.
Langkah tegas ini diharapkan dapat mencegah penggunaan narkoba di kalangan atlet basket Indonesia.
Dengan adanya sanksi berat ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi atlet lain dan menjaga integritas olahraga basket di Indonesia.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya komitmen terhadap nilai-nilai sportifitas dan kesehatan dalam dunia olahraga profesional.
Semoga kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia olahraga, khususnya basket di Indonesia.
Langkah-langkah tegas dari PP Perbasi dan IBL menunjukkan komitmen kuat untuk memberantas narkoba di dunia basket Indonesia. Semoga hal ini dapat menjadi contoh bagi organisasi olahraga lainnya.





