Indonesia kembali berjaya di kancah catur internasional. Herfesa Shafira Devi, siswi SMPN 4 Depok Sleman, Yogyakarta, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 di Mongolia. Kemenangannya atas pecatur-pecatur dunia, termasuk Woman Grandmaster Turmunkh Munkhzul di babak final, merupakan sebuah kejutan yang membanggakan bagi Indonesia.
Prestasi Shafira semakin istimewa karena ia berhasil meraih kemenangan dengan menggunakan bidak hitam, yang secara umum dianggap memiliki keuntungan lebih sedikit dibandingkan bidak putih. Kemenangan ini sekaligus mengamankan tiketnya ke Piala Dunia Catur 2025 di India pada Oktober-November 2025.
Siswi SMP Raih Tiket Piala Dunia Catur 2025
Shafira, yang masih berusia di bawah 20 tahun, menunjukkan bakat luar biasa dalam dunia catur. Ia berhasil mengalahkan Munkhzul, lawannya yang berperingkat lebih tinggi dan menyandang gelar Woman Grandmaster (WGM).
Keberhasilan Shafira menjadi wakil Indonesia di Piala Dunia Catur 2025 merupakan sebuah kejutan. Ia menjadi pecatur putri Indonesia kedua dan pecatur Indonesia keempat yang berhasil lolos ke ajang bergengsi tersebut.
Manajer Tim Catur Indonesia, Henry Hendratno, mengungkapkan rasa kagumnya. Ia menyebut keberhasilan Shafira sebagai hal yang mengejutkan sekaligus menggembirakan.
Prestasi ini membuka peluang besar bagi catur putri Indonesia untuk lebih bersinar di kancah internasional. Harapan besar kini tertuju pada Shafira di Piala Dunia Catur 2025.
Prestasi Cemerlang Shafira di Kancah Nasional
Sebelum menjuarai Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025, Shafira telah menorehkan sederet prestasi gemilang di kancah nasional. Ia berhasil meraih dua medali emas dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY tahun 2022.
Shafira juga pernah menjadi juara Kejuaraan Catur Nasional U-19 kategori putri dan juara PON Aceh-Sumut 2024 pada nomor catur standar perseorangan. Prestasi-prestasi ini menunjukkan konsistensi dan perkembangan pesat kemampuannya.
Selain trofi juara, Shafira juga berhak atas hadiah uang sebesar USD 1.500 atau sekitar Rp 24,5 juta. Ia menjadi satu-satunya pecatur non-gelar internasional yang masuk tiga besar Asian Zone 3.3.
Keberhasilan Zach Alexander Tjong di Asian School Chess Championship 2024
Selain Shafira, Indonesia juga berbangga dengan prestasi Zach Alexander Tjong, pecatur muda berusia 7 tahun. Zach menorehkan prestasi luar biasa di Asian School Chess Championship 2024 di Bangkok, Thailand.
Zach berhasil meraih medali emas di kategori blitz, medali perunggu di kategori rapid, dan medali perunggu di kategori standard. Ia menjadi satu-satunya peserta di kategori usia 7 tahun yang meraih medali di semua kategori.
Keberhasilan Zach di ajang internasional ini sungguh mengagumkan. Ia berhasil mengalahkan peserta dari negara-negara kuat seperti Kazakhstan, India, China, dan Mongolia.
Kejuaraan tersebut diikuti oleh 39 negara, termasuk Rusia yang telah resmi bergabung dengan Federasi Catur Asia pada 1 Mei 2023. Kompetisi ini sangat kompetitif dengan Kazakhstan mengirimkan peserta terbanyak, yakni 65 atlet.
Sebelum meraih prestasi di tingkat Asia, Zach juga mencatatkan rekor sempurna di Kejuaraan Catur Nasional 2024 KU7 dengan meraih 9 poin dari 9 babak. Bakatnya terlihat sejak usia sangat dini, bahkan sebelum usia 5 tahun.
Semangat dan dukungan keluarga, khususnya ayahnya, berperan besar dalam keberhasilan Zach. Dukungan tersebut meliputi pengaturan jadwal latihan, strategi, dan motivasi. Ia juga sering berlatih menghadapi lawan yang jauh lebih tua.
Prestasi Shafira dan Zach membuktikan bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta catur yang luar biasa. Dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, Indonesia berpotensi besar untuk bersaing di kancah internasional. Ke depan, kita dapat berharap lebih banyak lagi prestasi membanggakan dari para pecatur muda Indonesia.





