Rocky Gerung Dukung IFSC Climbing: HAM & Olahraga Dunia di Bali

Redaksi

Rocky Gerung Dukung IFSC Climbing: HAM & Olahraga Dunia di Bali
Sumber: Detik.com

Kejuaraan Dunia Panjat Tebing IFSC Climbing World Cup Bali 2025 yang berlangsung di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, sukses digelar. Acara bergengsi ini tak hanya menjadi perhelatan olahraga internasional, tetapi juga menyoroti pentingnya hak asasi manusia, khususnya dalam bidang olahraga.

Ketua Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Rocky Gerung, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya. Ia menekankan pentingnya olahraga sebagai hak asasi manusia yang fundamental.

Hak Asasi Manusia dan Olahraga Prestasi

Rocky Gerung, yang juga dikenal sebagai pengamat politik, menyatakan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya event tersebut. Menurutnya, hak untuk berolahraga merupakan bagian integral dari HAM.

Ia menambahkan bahwa Komnas HAM juga mendukung pandangan tersebut, yakni bahwa jiwa yang sehat memerlukan hak asasi manusia yang sehat pula. Waketum FPTI, Irjen Herry Heryawan, mendampingi Rocky Gerung dalam kesempatan ini.

Prestasi Indonesia di Kancah Internasional

Ketua Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro, turut mengungkapkan kebanggaannya atas penyelenggaraan IFSC Climbing World Cup 2025 di Indonesia. Indonesia berhasil menjadi tuan rumah kejuaraan dunia panjat tebing ini.

Atnike mencatat prestasi ini sebagai pencapaian luar biasa, terutama setelah Indonesia meraih medali emas di Olimpiade sebelumnya untuk cabang panjat tebing kecepatan. Penyelenggaraan event ini memperkuat posisi Indonesia di dunia olahraga internasional.

Dampak Positif IFSC Climbing World Cup Bali 2025

Irjen Herry Heryawan, yang juga menjabat sebagai Ketua Organizing Committee IFSC Climbing World Cup Bali 2025, mengungkapkan bahwa event ini lebih dari sekadar perlombaan olahraga.

Herry, yang juga Kapolda Riau, memandang event ini sebagai pernyataan kebanggaan nasional. Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia kemampuannya sebagai tuan rumah yang handal dan mampu menyelenggarakan event internasional kelas dunia.

Herry menambahkan bahwa IFSC Climbing World Cup Bali 2025 diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan. Dampaknya mencakup peningkatan eksposur internasional, peluang investasi baru, dan penguatan ekosistem olahraga prestasi di Indonesia.

Apresiasi tinggi diberikan kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali atas dukungannya. Kerja sama yang solid dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan acara akbar ini.

Kejuaraan dunia yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 2 hingga 4 Mei 2025, mempertemukan 221 atlet dari 32 negara. Dua nomor kompetisi utama yang dipertandingkan adalah Lead dan Speed.

Suksesnya IFSC Climbing World Cup Bali 2025 bukan hanya sekadar prestasi olahraga, tetapi juga bukti nyata komitmen Indonesia dalam mengembangkan olahraga prestasi dan mengutamakan hak asasi manusia. Event ini menginspirasi semangat sportivitas dan menunjukkan kemampuan Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional.

Also Read

Tags

Leave a Comment