Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg: Solusi Macet Depok, Transportasi Lebih Lancar

Redaksi

Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg: Solusi Macet Depok, Transportasi Lebih Lancar
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Setelah 18 tahun tidak beroperasi, Stasiun Pondok Rajeg di Kabupaten Bogor akhirnya kembali melayani penumpang KRL Commuter Line. Reaktivasi ini merupakan hasil kolaborasi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Dinas Perhubungan Kota Depok, memberikan angin segar bagi warga sekitar, khususnya di Kecamatan Pondok Gede dan sekitarnya. Kehadiran stasiun ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di stasiun-stasiun lain seperti Bekasi dan Cikarang.

Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg: Kolaborasi BPTJ dan Pemerintah Kota Depok

BPTJ dan Dinas Perhubungan Kota Depok bekerja sama untuk memastikan kelancaran operasional Stasiun Pondok Rajeg. Kerjasama ini mencakup aksesibilitas stasiun dan integrasi layanan transportasi.

Plt. Kepala BPTJ, Suharto, menjelaskan koordinasi yang telah dilakukan dengan Dinas Perhubungan Kota Depok. Hal ini termasuk kemungkinan rerouting dan rencana lain yang selaras dengan program BPTJ.

Suharto juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kesabaran masyarakat dan Dinas Perhubungan Kota Depok. Koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan operasional kembali stasiun ini.

Dukungan Pemerintah Kota Depok dan Peningkatan Infrastruktur Transportasi

Pemerintah Kota Depok menyambut baik reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg. Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Zamrowi, menyatakan dampak signifikannya bagi masyarakat Depok.

Saat ini, angkot 72 melayani rute tersebut. Namun, tiga trayek tambahan telah disiapkan, termasuk rute langsung ke stasiun (D09 dan D10).

Rute D09 akan diremajakan menjadi Mikro Trans Depok dengan AC. Rute D09 dan D10 akan diperpanjang hingga Stasiun Pondok Rajeg.

Pembebasan lahan di sekitar stasiun direncanakan untuk pembangunan Terminal Tipe C pada 2025. Terminal ini akan memfasilitasi angkot yang melayani penumpang kereta komuter.

Sejarah Reaktivasi dan Manfaatnya bagi Masyarakat

Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg dimulai sejak 2020 oleh BPTJ. Prosesnya meliputi studi kelayakan, pembangunan infrastruktur, dan pengangkutan jalur kereta serta instalasi LAA (Listrik Aliran Atas) pada 2022-2023.

Aset Stasiun Pondok Rajeg telah diserahkan kepada Ditjen Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta. Hal ini menandai selesainya proses revitalisasi dan kesiapan operasional.

Reaktivasi stasiun ini diharapkan mengurangi kepadatan di Stasiun Cibinong, Citayam, dan Depok. Kemacetan di wilayah Kecamatan Cilodong dan Pondok Rajeg juga diharapkan berkurang.

Penggunaan transportasi umum, khususnya kereta api, diharapkan meningkat. Hal ini berkontribusi pada kelancaran mobilitas dan pengurangan beban lalu lintas di Jabodetabek.

Dengan beroperasinya kembali Stasiun Pondok Rajeg, mobilitas warga sekitar akan semakin mudah dan efisien. Integrasi transportasi yang baik juga akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal dan kualitas hidup masyarakat. Keberhasilan proyek ini menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan layanan transportasi publik.

Also Read

Tags

Leave a Comment