Rasa Asia Tenggara Menggoda Lidah di Nanning, China

Redaksi

Rasa Asia Tenggara Menggoda Lidah di Nanning, China
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China, tengah menjadi sorotan. Kota yang berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN ini, menawarkan pesona kuliner yang unik, memadukan cita rasa lokal dengan kekayaan masakan Asia Tenggara. Popularitasnya melesat di media sosial China, mendorong banyak wisatawan untuk mengunjungi dan menikmati pengalaman kuliner yang autentik.

Ketenaran Nanning sebagai destinasi kuliner tak hanya berhenti pada popularitas di platform media sosial. Posisi geografisnya yang strategis menjadikannya jembatan kuliner antara China dan Asia Tenggara. Hal ini tercermin dalam keberagaman menu yang ditawarkan, mulai dari hidangan lokal hingga sajian khas negara-negara tetangga.

Surga Kuliner Asia Tenggara di Jantung China

Nanning dengan bangga mengklaim dirinya sebagai “kota terlezat” di China. Klaim ini bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki akses mudah ke berbagai bahan baku berkualitas tinggi, baik dari dalam negeri maupun impor dari negara-negara ASEAN. Wali Kota Nanning, Hou Gang, bahkan menyinggung kemudahan akses ini dalam sebuah acara publik, menggambarkan bagaimana seseorang bisa menikmati sarapan di Nanning, makan siang di Hanoi, dan makan malam di Kuala Lumpur dalam satu hari.

Rute penerbangan langsung dua arah yang menghubungkan Nanning dengan 10 negara ASEAN semakin mempermudah aksesibilitas ini.

Berbagai macam kuliner Asia Tenggara, bukan hanya hadir dalam event khusus, melainkan menjadi bagian integral kehidupan sehari-hari di Nanning.

Jejak Pameran China-ASEAN Expo dalam Transformasi Kuliner Nanning

Perkembangan pesat restoran-restoran Asia Tenggara di Nanning tak lepas dari peran Pameran China-ASEAN (China-ASEAN Expo). Sejak penyelenggaraan pertama pada tahun 2004, expo ini menjadi katalis yang menarik minat para pelaku usaha kuliner dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Sejak saat itu, expo tahunan tersebut terus berkontribusi pada keberagaman kuliner di Nanning.

Para pemilik restoran ini berasal dari berbagai latar belakang; ada warga China yang menggemari masakan Asia Tenggara, warga negara ASEAN yang menetap di Nanning, dan bahkan mantan mahasiswa internasional yang kemudian membuka usaha sendiri.

Kisah Sukses Bisnis Kuliner di Nanning: Dari Toko Kecil Menjadi Viral

Salah satu contoh sukses bisnis kuliner di Nanning adalah toko camilan Indonesia milik Wei Zhaoxia. Toko yang menjual berbagai kue tradisional Indonesia seperti kue lapis, bacang ketan, dan kue ku, ini menjadi viral di media sosial karena cita rasa autentik dan penggunaan bahan-bahan berkualitas.

Wei, seorang warga keturunan Tionghoa-Indonesia, mewarisi resep-resep tersebut dari ibunya dan menamai tokonya dengan nama keluarga sang ibu.

Awalnya hanya populer di lingkungan sekitar, namun berkat media sosial, tokonya kini menarik pelanggan dari berbagai kalangan, termasuk banyak mahasiswa Indonesia.

Kisah sukses serupa juga dialami Tonny Tong dari Malaysia, seorang sommelier yang membawa kuliner dan anggur dari berbagai negara Asia Tenggara ke Nanning. Ia melihat pasar China yang besar dan kerjasama ekonomi yang semakin erat antara China dan Malaysia memudahkan pengelolaan bisnisnya.

Keberhasilan Wei dan Tonny menunjukkan potensi besar Nanning sebagai pusat kuliner Asia Tenggara.

Popularitas Pho ayam Vietnam di Nanning menyaingi hidangan lokal seperti bihun siput luosifen dan laoyoufen. Harga yang terjangkau dan cita rasa rumahan membuat hidangan ini populer di kalangan pekerja.

Hoang Thi Hue, seorang penerjemah bahasa Vietnam, bahkan merasakan kenyamanan yang sama tinggal di Nanning seperti tinggal di Hanoi, berkat kemudahan menemukan bahan-bahan dan restoran Vietnam yang autentik.

Nanning telah berhasil menciptakan harmoni antara kuliner lokal dan Asia Tenggara. Kota ini membuktikan bagaimana pertukaran budaya dan inovasi kuliner dapat menciptakan destinasi wisata yang unik dan menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia. Suksesnya bisnis kuliner di sana juga menjadi bukti potensi ekonomi yang besar dari kerjasama regional. Ke depannya, Nanning akan semakin menarik perhatian sebagai surga kuliner yang kaya akan cita rasa dan budaya.

Also Read

Tags

Leave a Comment